Gayus Tambunan

HMINEWS- Gayus Halomoan Tambunan dituntut hukuman 20 tahun penjara atas perbuatanyaa sebagai penggelap pajak. Menanggapi hal ini, Indonesia Corruption Watch (ICW) menilai bahwa tuntutan 20 tahun jaksa penuntut terhadap terdakwa kasus penggelapan pajak Gayus Halomoan Tambunan sudah tepat. Dan yang lebih penting lagi adalah bahwa hukuman 20 tahun diharapkan dapat membuat efek jera kepada Gayus sehingga menyadari kesalahannya.

“Saya kira 20 tahun itu sudah cukup berat ya, itu sangat lama masa hukumannya. Jadi pantaslah masa hukuman itu,” ujar Koordinator Monitoring Pengadilan ICW Emerson Juntho kepada wartawan, Kamis (23/12/2010).

Kendati begitu, lanjut dia, Kejaksaan jangan hanya terfokus dalam upaya menjerat Gayus yang terbilang lihai dalam menyuap oknum penyidik polisi bahkan hingga tingkat hakim itu. Menurutnya, Kepolisian dan Kejaksaan harus mencermati dan memperhatikan kasus-kasus lain juga yang sarat dugaan korupsinya.

“Yang penting saya kira selain proses hukum itu, jangan sampai kasus-kasus yang lain yang lebih besar terabaikan seperti Century dan sebagainya,” tandas dia.

Sebelumnya, terdakwa kasus penggelapan pajak Gayus Halomoan Tambunan dituntut 20 tahun penjara oleh jaksa penuntut umum (JPU) karena terbukti telah melakukan tindak pidana korupsi.

Eks pegawai Ditjen Pajak itu dianggap melanggar pasal-pasal yang sebelumnya didakwa oleh JPU Pasal 2 Ayat (1) junto Pasal 18, Pasal 3 jo Pasal 18, Pasal 5 Ayat (1) huruf a, Pasal 13. Pasal 6 ayat (1) huruf a dan Pasal 22 jo Pasal 28 UU No 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tipikor junto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP. [asr]