HMINEWS.COM – Ketidakhadiran Sekretaris Satuan Tugas Pemberantasan Mafia Hukum Denny Indrayana pada persidangan untuk menjadi saksi terdakwa Haposan Hutagalung menjadi tanda tanya bagi anggota Komisi III DPR RI Martin Hutabarat.

“Harus dijelaskan, kenapa dia (Denny) tidak hadir lebih dari 3 kali. Saya akan tanyakan langsung ke Ota (Mas Achmad Santosa- anggota Satgas),” ujar Martin di Jakarta, Senin (06/12/2010).

Keterangan Denny sebagai saksi, menurut Martin, sangat penting, mengingat perkara Gayus harus segera dibuka akar permasalahannya. Jika memang tidak hadir, Martin menyarankan agar proses persidangan tidak berlarut lama, Majelis hakim diminta membacakan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) milik Denny.

“Dari BAP juga bisa dilihat keterangan. Agar segera terungkap apa yang sebenarnya terjadi pada perkara ini,” tegas dia.

Sebelumnya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) belum bisa menghadirkan Sekretaris Satuan Tugas Pemberantas Mafia Hukum Denny Indrayana sebagai saksi dalam persidangan kasus mafia hukum dengan terdakwa Haposan Hutagalung.

Pihak JPU sudah menghubungi Denny melalui telepon, tetapi Denny mengaku tidak bisa hadir karena sibuk. Denny berjanji hadir pada Rabu (8/12/2010).

“Beliau menjanjikan akan hadir pada Rabu besok,” kata JPU dalam persidangan yang dipimpin oleh Hakim Takhsin dengan terdakwa Haposan Hutagalung di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jalan Ampera Raya, Senin (6/12/2010).

Ketidakhadiran Denny kembali disayangkan oleh salah satu kuasa hukum Haposan, Jhon Panggabean. Menurut hitungan Jhon, Denny mangkir menjadi saksi kliennya dalam persidangan sebanyak enam kali.

“Kami menyayangkan saudara Denny tidak hadir. Ini sudah keenam kali Denny tidak datang,” keluh Jhon di persidangan, siang tadi.(ach/inl)