HMINEWS.COM

 Breaking News

Demokrasi SBY Belum Sejahterakan Rakyat Indonesia

December 18
05:09 2010

Demokrasi SBY Belum Sejahterakan Rakyat Indonesia

HMINEWS- Gubernur DIY yang juga Ketua Umum Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (Kagama, Sri Sultan Hamengku Buwono X menegaskan, demokrasi di Indonesia yang telah berlangsung lebih dari satu dasa warsa ternyata baru sebatas demokrasi prosedural dan belum mampu meningkatkan kesejahteraan rakyat.

“Nasib rakyat kecil masih belum tersentuh, belum meningkat pada kondisi yang lebih baik. Padahal, bagi rakyat kecil ini kesejahteraan jauh lebih penting dibandingkan dengan yang lainnya termasuk demokrasi dan segara aturannya,” katanya di kampus Universitas Gadjah Mada, Jumat (17/12).

Menurut Sultan dalam demokrasi seharusnya suara rakyat ditempatkan pada posisi tertinggi. Celakanya, sekarang ini ideologi kerakyatan itu berubah menjadi adigium baru, politik uang, suara rakyat adalah suara uang.

“Setiap proses politik nyaris selalu ditransaksikan dalam bentuk uang. Sehingga demokrasi mengalami distorsi yang luar biasa, dimana substansi demokrasi dari oleh dan untuk rakyat tidak pernah terwujud dalam praktik politik di Indonesia,” ujar Sultan.

Dikatakan di negara yang memiliki jumlah penduduk miskin cukup banyak dan institusi sosial politik yang masih lemah, demokrasi gampang dimanipulasi elite-elite politik oportunis parlemen dan pemimpin despotik yang menawarkan janji-janji populis agar bisa dipilih di parlemen atau eksekutif. Namun, setelah terpilih mereka hanya memperluas kekuasaan, mencari rente ekonomi dan meninggalkan rakyat tetap dalam kemiskinan.

“Kekuasaan dijadikan sebagai mesin pencetak uang untuk membeli suara sehingga proses manipulasi demokrasi yang berlangsung siklikal mengikuti kalender pemilu lima tahunan,” kata alumni Fakultas Hukum UGM ini.

Sultan menjelaskan, demokrasi dimana pun adalah suatu proses dan bukan sesuatu yang given for granted, tidak terkecuali di Indonesia. Namun, demokrasi bukanlah tujuan. Demokrasi hanyalah cara dan tujuannya adalah kesejahteraan rakyat.

“Di negeri ini, demokrasi politik masih butuh waktu panjang, terlebih jika dikaitkan dengan tingkat kesejahteraan bangsa. Kita masih perlu banyak belajar dan memperbaiki banyak hal untuk bisa mewujudkan demokrasi sebagai jembatan mencapaim kesejahteraan,” kata Sri Sultan.[]MI/dni

About Author

Redaksi

Redaksi

Related Articles

0 Comments

No Comments Yet!

There are no comments at the moment, do you want to add one?

Write a comment

Write a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.