Disesalkan, Sikap Diam SBY Melihat Mandegnya Pemberantasan Korupsi

HMINEWS- Disesalkan, bahwa Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tinggal diam melihat mandegnya pemberantasan korupsi di Indonesia . Pemberantasan korupsi di Indonesia akan tetap jalan di tempat dalam setahun ini, kata Todung Mulya Lubis sebagai refleksi hari anti korupsi sedunia yang jatuh pada hari ini, Kamis (9/12/2010).

SBY dinilai para aktivis antkorupsi membiarkan KKN merajalela di negeri ini, termasuk naiknya Edhie baskoro Yudhoyno jadi  wakil ketum Kadin sedangkan Ibas tak puya prestas dan rekam jejak jad pegusaha, Ibas juga Sekjen Demokrat. ” Saya khawatir  SBY sudah sama  dengan Soeharto atau seperti Soeharto, ”kata Prof JE Sahetapy di KWI, Kamis kemarin.

Ketua KPK Busyro Muqoddas, yang baru saja terpilih harusnya tidak diberi peluang yang leluasa untuk menjalankan terobosannya. Itu terlihat dari masa jabatan Busyro yang dipilih dan disepakati oleh DPR hanya untuk satu tahun saja. “Saya menyayangkan, seharusnya itu untuk 4 tahun. Padahal kita sudah mengeluarkan biaya cukup banyak untuk memilih Busyro,” sesal Todung.

Menurut Todung Mulya, harus ada judicial review terkait jabatan Ketua KPK di MK. Dan judicial review itu bisa dilakukan dan tidak pernah dilakukan. Saya dengar malah justru ICW sudah mengajukan judicial review untuk menguji masa jabatan ini. Apakah 1 tahun atau 4 tahun. Akan diajukan dalam waktu dekat,” katanya.

“Paling tidak, kalau misalnya Presiden tidak yakin itu sepenuhnya 4 tahun. Presiden seharusnya bisa meminta MK untuk memberikan aturan mengenai pergantian pimpinan KPK di tengah jalan seperti ini,” imbuhnya.[]dni