Anggota Komisi III DPR, Bambang Soesatyo

HMINEWS- Pro kontra Keberadaan Satuan Tugas Pemberantasan Mafia Hukum terus dipertanyakan. Anggota Komisi III DPR Bambang Soesatyo menegaskan sebenarnya Satgas PMH sungguh  tidak independen dan tidak berfungsi efektif.  Inilah yang menyebabkan bebasnya Gayus Tambunan “pelesiran” ke Bali.

“Kalau Satuan Tugas ini hendak dipertahankan, ada baiknya orientasi Satgas ini diluruskan,” kata Bambang kepada Kamis (2/12/2010).

Menurut Bambang , kasus “pelesiran” Gayus ke Bali amat mengusik. Ini terasa tidak logis, mengingat Gayus berstatus tahanan di Rumah Tahanan (Rutan) Markas Komando (Mako) Brimob, Kelapa Dua, Depok.

“Boleh diasumsikan ada sejumlah pertimbangan mengapa Gayus harus ditahan di Rutan Mako Brimob itu. Jadi, sangat beralasan bagi siapa saja untuk mempertanyakan efektifitas Satgas,” tandasnya.

Seharusnya,  jika Satgas melakukan pengawasan maksimum melaui koordinasi berkesinambungan dengan jajaran Polri, Gayus mestinya tak akan pernah bisa leluasa bepergian ke mana pun, termasuk ke Bali. Sekali pun untuk alasan berobat atau alasan keluarga yang sangat mendesak.

“Banyak dari kita masih ingat tentang makna strategis tindakan mantan Kabareskrim Susno Duadji mengungkap kasus penggelapan pajak, dan juga ketika sinetron hukum Gayus-Satgas di Singapura dipertontonkan.

Hampir semua orang sepakat bahwa kedua momen itu layak dan ideal menjadi entry point bagi Satgas untuk mengaktualisasi fungsi dan perannya,” tutur Bambang.

Jika dimanfaatkan dengan maksimal, lanjutnya, tulus dan tanpa agenda politik, informasi dari Gayus maupun Susno bisa menjadi pembuka jalan yang memuluskan kerja Satgas memerangi calo hukum.[]okz/dni