Penantian Panjang Muslim di Athena

Oleh Ferry Kisihandi

HMINEWS- Mungkin, tak lama lagi penantian Muslim di Athena, Yunani, segera berakhir. Sebuah masjid akan segera dibangun untuk mereka sebagai tempat yang lebih layak digunakan untuk beribadah. Kabar ini berembus dari Pemerintah Yunani. Mereka akan mempercepat rencana pembangunan masjid di Athena.

Dengan rencana itu, pemerintah memenuhi permintaan warga Muslim atas keberadaan masjid yang sudah diajukan sangat lama. Harian di Yunani, Ta Nea, melaporkan, pemerintah akan membiayai pendirian masjid sementara yang diharap selesai dalam kurun waktu enam bulan ini.

Bangunan itu dibangun di pangkalan angkatan laut yang sudah tak terpakai lagi di Elaionas, sebuah distrik yang letaknya di dekat pusat kota. “Tempat ibadah yang lebih besar dengan daya tampung 500 jamaah akan dibangun di area yang sama pada 2012 mendatang,” demikian laporan Ta Nea yang dikutip Middle East Online akhir pekan lalu.

Wujud sebuah masjid memang sangat diharapkan oleh warga Muslim yang tinggal di Athena. Ribuan Muslim dari negara-negara Arab, Afrika, dan subkontinen India hidup dan bekerja di Athena. Selama ini, tak ada tempat-tempat ibadah yang resmi atau tempat pemakaman bagi mereka.

Mereka sabar memelihara harapan, yaitu suatu saat Pemerintah Yunani memenuhi janjinya yang sudah bertahun-tahun diucapkan. Pada beberapa pergantian pemerintah, janji itu belum juga dipenuhi. Maka, mereka ingin kabar percepatan pembangunan masjid menjadi pemenuh harapan yang selama ini berkembang di dalam benak.

Ketiadaan masjid resmi memang tak menghalangi Muslim menunaikan ibadah meski tentu mereka sangat menginginkan adanya masjid permanen. Biasanya, mereka beribadah di luar flat-flat yang mereka sewa. Selain itu, mereka menggunakan gudang-gudang yang tak terpakai. Tak jarang pula mereka menjadi sasaran serangan rasis.

Serangan serupa terjadi saat pelaksanaan shalat Idul Adha pada pertengahan November lalu. Mereka shalat di tempat terbuka di dekat pusat kota. Warga lokal menyerang mereka dengan lemparan telur dan menyetel musik dengan suara yang sangat keras. Dentuman suara musik menerobos dari jendela-jendela tempat tinggal mereka.

Kelompok sayap kanan, Chrysi Avgi, mengancam secara fisik memindahkan komunitas Muslim itu dari lapangan tempat mereka shalat Idul Adha. Beruntung, gerak mereka tertahan oleh polisi antihuru-hara. Akhir-akhir ini, kemarahan dan serangan terhadap para imigran di jalan-jalan meningkat. Ini dipicu juga oleh resesi yang melanda Yunani.

Banyak warga Yunani yang mempertanyakan perlunya membangun masjid dengan biaya dari pemerintah. “Mengapa kita harus membelanjakan uang untuk membangun sebuah masjid? Pernahkah ada bantuan pembangunan Gereja Ortodoks di luar negeri?” tanya Maria Kontou, seorang pensiunan.

Terkait pembangunan masjid di Athena, Pemerintahan Perdana Menteri George Papandreou belum lama ini menyampaikan rencananya menyelenggarakan kompetisi internasional rancangan masjid di Athena itu. Zaha Hadid, arsitek yang berbasis di London, Inggris, tertarik memberikan rancangannya.

Hasil rancangan Hadid sebelumnya termasuk Maxxi, museum seni abad ke-21 yang ada di Roma. Perempuan ini bahkan menawarkan jasanya untuk merancang masjid yang didanai negara itu secara cuma-cuma. Ia menegaskan, langkahnya tersebut merupakan inisiatifnya sendiri.

“Ini bukan karena pendekatan otoritas di Yunani atau lembaga yang terkait dengan rencana pembangunan masjid di Athena,” kata Hadid. Sebenarnya, pada saat penyelenggaraan Olimpiade 2004 di Athena, ada tawaran dari Raja Fahd dari Arab Saudi. Namun ditentang kelompok gereja Ortodoks. guardian