HMINEWS.COM

 Breaking News

Caravan Asia To Gaza : Laporan Langsung HMI Dari Turky

December 21
21:14 2010

HMINEWS.COM – Rombongan karavan selama 2 hari menginap di stadion-stadion olahraga di dua kota yang berbeda di Turky, tepatnya di kota Diyarbakir, Gaziantep. Sedangkan pada hari pertama, tepatnya di kota Van, rombongan menginap di Guest House. Oleh karena itulah rombongan mengalami sedikit shock, karena selama seminggu di Iran, meskipun jadwal acaranya sangat padat, tapi peserta dimanjakan dengan menginap di hotel-hotel berbintang.

Adapun masalah yang dihadapi peserta karavan selama di Turky adalah dinginnya air dan toilet yang terbatas, sedangkan jumlah peserta sangat banyak dan jadwal acara yang pagi-pagi sekali. Subuh hari, tampak terlihat antrian panjang peserta yang mengambil wuduh. Belum selesai, antrian tersebut makin bertambah panjang dengan beberapa peserta yang ingin mandi. Karenanya kebanyakan peserta memilih untuk tidak mandi selama tiga hari di Turky. Selain masalah air, pakaian para peserta juga sudah berhari-hari tidak di cuci. Untungnya hawa yang dingin membuat badan mereka tidak berkeringat.

Masalah di atas juga ditambah dengan jadwal makanan yang tidak teratur. Pagi hari peserta sarapan roti dan terburu-buru pula. Makan berikutnya terkadang disediakan malam hari sebelum tidur.

Tapi ketika ditanya satu persatu, meskipun mengeluh, para peserta karavan menganggap tantangan ini adalah bagian dari perjuangan. “ini berat buat saya pribadi, tidak mandi, pakaian berhari-hari dibadan, dan rasa lapar yang menekan perut. Tapi ya itulah, jihad tidak ada yang mudah. Jadi kami harus melewati tantangan ini”. Terang Hakim, peserta karavan dari Azarbeijan .

Meskipun begitu, ada juga beberapa peserta yang tidak mengalami masalah dengan hal-hal di atas. Yang mereka sesalkan hanyalah selama di Iran maupun di Turky, jadwal yang padat membuat mereka tidak sempat menulis. Ketersedian internet yang merupakan media sosialisasi bagi kampanye ini juga terlihat seperti tidak dianggap serius oleh panitia. Padahal hampir semua peserta karavan berasal dari organisasi-organisasi yang punya media yang cukup berpengaruh di negara masing-masing.

“Ini bukan perang fisik, ini adalah perang opini yang mana media sangat urgen untuk menyuarakan ide dan aspirasi karavan ini. Pada dasarnya saya tidak bermasalah dengan fasilitas yang kami dapatkan, tapi ini adalah perang modern/perang media. Jadi sebenarnya objektif jika kami membutuhkan suasana dan fasilitas yang kondusif untuk mem Block-Up karavan ini, khususnya internet” terang salah satu peserta dari India yang tidak mau disebutkan namanya.

Ketika ditanya lebih lanjut, dia tetap mengaku puas dengan pelayanan panitia selama 2 minggu lebih karavan Asia Go To Gaza ini. “Setiap kegiatan pasti ada saja hal-hal yang kurang, bukan hanya karavan ini. Sepertinya ini sudah hukum alam, sangat manusiawi, jadi terlepas dari kekurangan tersebut, saya tetap mengacungkan jempol buat panitia karavan ini” Jelasnya sambil mengacungkan jempol, dan kepalanya bergoyang-goyang khas orang India jika sedang berbicara.[]Nsr/HMINEWS.

About Author

Redaksi

Redaksi

Related Articles

1 Comment

  1. zaq
    zaq December 28, 22:49

    maju trus brooo

    Reply to this comment

Write a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.