HMINEWS.COM

 Breaking News

Mahasiswa Indonesia di Jerman Usir Gubernur Sumatera Barat

November 06
03:43 2010

Mahasiswa Indonesia di Jerman Usir Gubernur Sumatera Barat

HMINEWS.COM- Kepergian Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Irwan Prayitno di tengah bencana yang mendera rakyat Mentawai yang masih terlantar dan membutuhkan penanganan bantuan, memang sangat keterlaluan. Ia bepergian ke Jerman dengan dalih mendapat undangan dari Dubes Indonesia untuk mempromosikan investasi di negeri Bavaria itu.

Perlu diketahui, hingga jelang dua pekan setelah diserang tsunami, belum semua dusun di kabupaten kepulauan yang mempesona itu tersentuh bantuan dari Padang, Sumatera Barat.

“Sedang diusahakan lewat Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) di Jerman untuk mengusir Gubernur Sumbar yang berada di sana agar segera kembali ke daerahnya,” ujar pakar sosiologi Universitas Indonesia, Thamrin Amal Tamagola, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (5/11).

Untuk kesekian kali ia juga mengatakan, kepergian Irwan Prayitno begitu menyakiti hati rakyat di Mentawai. Sebelumnya, ia dengan keras menjuluki Irwan badak bebal.

“Waktunya tidak tepat. Meski dia bilang demi menarik investasi dari Jerman, ah, kita semua tahu itu bohong, pasti jalan-jalan saja di sana,” jelasnya. Tidak hanya kesal dan marah, ulah Iwan yang juga politisi Partai Keadilan Sejahtera itu juga menimbulkan dugaan buruk Thamrin bahwa ada pembiaran sistematis di Mentawai.

“Saya agak curiga, jangan-jangan karena mayoritas orang Mentawai punya keyakinan berbeda dengan orang Sumatera Barat dan Pemda Sumatera Barat,” ucapnya hati-hati.

Kalau memang demikian adanya, “Pemda Sumatera Barat harus dimarahi habis-habisan karena menganaktirikan anak bangsa,” tegasnya.

Lebih parah lagi, lanjut Thamrin, kalau ada anggota DPR terpilih dari daerah Mentawai yang hingga kini belum juga mengunjungi konstituennya yang sedang menderita akibat bencana yang menewaskan lebih dari 400 penduduk itu.

“Poinnya, mereka menyakiti rakyat. Bukan soal UU atau peraturan, tapi mereka menyakiti rakyat,” tandas profesor ini.[]dni/RM

About Author

Redaksi

Redaksi

Related Articles

1 Comment

  1. Nurbaini McKosky
    Nurbaini McKosky November 10, 21:00

    Wah, itu rasanya terlalu kasar. Justru yg memberikan pelemapran bgt lah yg badak bebal (kutip dari artikel diatas). Seorang yg open minded justru hrs membuat sesuatu yg negative itu menjadikannya positive. Ambil positive nya! Yakinlah juga bwh dg pertemuan yg dijalin ini, keruntuhan MEntawai itu justru akan tumbuh lagi. Meskipun patah seribu tumbuh nya hanay satu.
    Think about it.
    Kalau segala sesuatu itu di interpretatikan negative, tak adalah pula sesautu itu akan dipandang baik dg kaca mata bgt. Makanya juga Sumbar itu (Indoensia umumnya) tertinggal terus bahkan dari negara2 ketiga lainnya. Begini salah, begitu salah.
    Be positive thingking!

    Reply to this comment

Write a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.