Mahasiswa Indonesia di Jerman Usir Gubernur Sumatera Barat

HMINEWS.COM- Kepergian Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Irwan Prayitno di tengah bencana yang mendera rakyat Mentawai yang masih terlantar dan membutuhkan penanganan bantuan, memang sangat keterlaluan. Ia bepergian ke Jerman dengan dalih mendapat undangan dari Dubes Indonesia untuk mempromosikan investasi di negeri Bavaria itu.

Perlu diketahui, hingga jelang dua pekan setelah diserang tsunami, belum semua dusun di kabupaten kepulauan yang mempesona itu tersentuh bantuan dari Padang, Sumatera Barat.

“Sedang diusahakan lewat Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) di Jerman untuk mengusir Gubernur Sumbar yang berada di sana agar segera kembali ke daerahnya,” ujar pakar sosiologi Universitas Indonesia, Thamrin Amal Tamagola, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (5/11).

Untuk kesekian kali ia juga mengatakan, kepergian Irwan Prayitno begitu menyakiti hati rakyat di Mentawai. Sebelumnya, ia dengan keras menjuluki Irwan badak bebal.

“Waktunya tidak tepat. Meski dia bilang demi menarik investasi dari Jerman, ah, kita semua tahu itu bohong, pasti jalan-jalan saja di sana,” jelasnya. Tidak hanya kesal dan marah, ulah Iwan yang juga politisi Partai Keadilan Sejahtera itu juga menimbulkan dugaan buruk Thamrin bahwa ada pembiaran sistematis di Mentawai.

“Saya agak curiga, jangan-jangan karena mayoritas orang Mentawai punya keyakinan berbeda dengan orang Sumatera Barat dan Pemda Sumatera Barat,” ucapnya hati-hati.

Kalau memang demikian adanya, “Pemda Sumatera Barat harus dimarahi habis-habisan karena menganaktirikan anak bangsa,” tegasnya.

Lebih parah lagi, lanjut Thamrin, kalau ada anggota DPR terpilih dari daerah Mentawai yang hingga kini belum juga mengunjungi konstituennya yang sedang menderita akibat bencana yang menewaskan lebih dari 400 penduduk itu.

“Poinnya, mereka menyakiti rakyat. Bukan soal UU atau peraturan, tapi mereka menyakiti rakyat,” tandas profesor ini.[]dni/RM