Lombok, HMINEWS-Para pengungsi korban penyerangan terhadap Ahmadiyah di Lombok Barat meminta Bupati Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, H Zaini Arony, datang ke pengungsian mereka.

“Ini penting untuk mencari solusi dan memecahkan masalah yang saat ini tengah dihadapi warga Ahmadiyah dengan warga Lombok Barat,” kata Basiruddin Aziz, mubalig Ahmadiyah Dusun Ketapang, Desa Gegerung, Kecamatan Lingsar, Sabtu (27/11).

Menurut Aziz, pertemuan dengan Bupati Lombok Barat juga untuk membicarakan tiga opsi tawaran yang diberikan Pemerintah Kabupaten Lombok Barat terhadap warga Ahmadiyah. Tiga opsi itu meliputi relokasi ke salah satu pulau di Sekotong, ikut program transmigrasi, dan terkait dengan pembelian aset warga Ahmadiyah di Dusun Ketapang, sekitar 10 kilomter arah utara Kota Mataram.

“Sejauh ini kami belum bisa memberikan jawaban, apalagi keputusan terhadap opsi yang ditawarkan. Karena kami belum berdialong dan berdiskusi masalah ini dengan bupati,” katanya. Ia mengatakan, warga Ahmadiyah saat ini merasa semakin tidak aman, terlebih janji-janji dari aparat keamanan akan melindungi aset di Dusun Ketapang tidak terbukti.

“Kenyataannya rumah tempat tinggal warga pada Jumat (26/11) kemarin dirusak massa, bahkan pada Sabtu pagi saat beberapa warga kembali ingin menyelamatkan barang-barangnya tidak diperbolehkan masuk,” katanya.

Basiruddin Aziz mengatakan, saat ini sebanyak 37 kepala keluarga warga Ahmadiyah sudah berada di pengungsian Asrama Transito Kota Mataram. Beberapa bulan lalu sekitar 13 kepala keluarga kembali ke dusun untuk menggarap sawah sebagai mata pencarian. [] Ant/lara