HMINEWS, Jerussalem – Jangan dikira hidup sebagai Yahudi di Israel menyenangkan. Kini pemerintah Israel semakin ketat mengontrol mereka. Tidak tanggung-tanggung, jejaring Facebook pun mereka gunakan untuk mngontrol kehidupan warganya. Dengan jejaring Facebook, militer Israel melacak ratusan wanita yang pura-pura taat beragama demi menghindari wajib militer.

Kapten Arye Shalicar dari milter Israel mengungkapkan bahwa seorang wanita ditangkap setelah ia memposting foto di Facebook di mana ia terlihat makan di restoran non-kosher (non halal untuk Yahudi). Sementara yang lain ditangkap karena mengenakan pakaian yang tidak layak untuk ukuran mereka.

Ada lagi yang ditangkap gara-gara merespon undangan Facebook untuk sebuah pesta pada Jumat malam (Sabtu adalah hari libur untuk Yahudi). Padahal undangan tersebut adalah bohong belaka dan dikirim sebagai umpan oleh perusahaan penyelidik swasta yang sewa untuk mengendus para anak muda facebookers Israel.

“Jika Anda melihat seseorang mengupdate account mereka di Sabat (hari Sabtu, red), ia bisa jadi juga sedang menggunakan komputer, dan mungkin berbicara di telepon dan atau menonton TV, yang mana itu adalah dilarang,” kata Kapten Arye lebih lanjut.

Sebagaimana diketahui, wajib Militer adalah sebuah keharusan bagi warga Israel yang berusia di atas 18, di mana laki-laki harus bertugas selama tiga tahun dan untuk wanita selama dua tahun.

Namun, bagi perempuan yang membuat pernyataan mengatakan bahwa mereka akan menjadi penganut Yahudi taat dengan hanya makan makanan kosher dan tidak bekerja pada hari Sabat (sabtu), maka akan dibebaskan dari wajib militer. Oleh karena itu banyak remaja putri Israel menggunakan alasan ketaatan agama ini untuk menghindarkan diri dari wajib militer. [] rohama/lara