HMINEWS.COM

 Breaking News

Yusril : Masa Iya Saya Sebagai Saksi Harus Dipidana? Jangan Dibuat-buat Dunk!!

November 20
10:42 2010

Yusril : Masa Iya Saya Sebagai Saksi Harus Dipidana?. Jangan Dibuat-buat Dunk!!

HMINEWS- Salah satu tokoh politik Islam yang mencuat sejak lengsernya Orde Baru, yang juga pakar hukum tata negara yang kini tersandung kasus Sisminbakum, Yusril Ihza Mahendra, dalam diskusi terbatas bersama sejumlah wartawan dan aktivis di kediamannnya, Jl. Mega Kuningan, Jakarta Pusat, (17/11/2010) mengungkapkan bagaimana penegakan hukum di negeri ini masih bersifat diskriminatif dan jauh dari rasa keadilan.

Lemahnya sistem penegakan hukum selama ini, selain problem komitmen juga karena beberapa kasus hukum dibuat-buat untuk membungkam lawan politik SBY. Dalam kasus Sisminbakum, misalnya, dengan alasan kebijakan Kejagung menuding Yusril korupsi, sementara hingga saat ini Kejagung belum menemukan bukti kuat.

“Ada bukti beberapa kwitansi yang nilainya, sekitar 15 juta, tapi itupun fiktif belum jelas darimana asalnya. Belakangan ada bukti foto ketika saya menjadi saksi penandatangan kerjasama Menkumham, koperasi Depkumham dan pihak PT. SRD, tapi masa iya saya sebagai saksi harus dipidana?, ” tanya Yusril.

Sekarang, lanjut Yusril, saya contohkan sederhana saja; “kalau saya jadi saksi orang yang menikah, lalu kedua pasangan yang menikah tersebut terlibat kasus hukum, apa saya harus juga ikut terlibat? Kan nggak! Apakah setelah bersaksi saya ikut ke kamar pengantin, hehe…kan nggak juga? Bagaimana kehidupan selanjutnya apakah ada tindakan kekerasan atau tidak diantara keduanya, kan saya tidak terlibat sejauh itu. Itu kan analogi yang sederhana,” papar Yusril kepada wartawan.

Sementara itu, Yusril menganggap kalau dirinya ditetapkan sebagai tersangka karena kebijakannya Yusril balik mempertanyakan Kejagung. “Kalau saya disalahkan karena kebijakan, pertanyaan saya sederhana saja; Apakah karena kebijakan seorang pejabat bisa dipidana, apalagi tidak ada penyelewangan oleh pemangku kebijakan? Tapi, kalau bisa dipidana, berarti SBY dan DPR yang membuat Undang-undang Sisminbakum juga harus dipidana dong! Kan saya lawmakers atau pembuat kebijakan (Sisminbakum), lalu yang mengesahkan hingga sisminbakum diteruskan jadi kebijakan menteri selanjutnya kan melalui undang-undang yang dibuat SBY dan melalui persetujuan DPR, kok mereka tidak dipidana atau ditetapkan sebagai tersangka? Ini kan aneh dan diskriminatif,” imbuh Yusril.

Coba Anda tanya ke mereka, lanjut Yusril, kalau kebijakan bisa dipidana apa undang-undangnya, terus kalau sebagai law makers saya harus dipidana, lalu kenapa SBY dan DPR sebagai pembuat undang-undang tak dipanggil? Ini kan aneh, kata Yusril menambahkan. Sebaliknya, Yusril melihat Kejagung gagap, bahkan satu sama lain saling curi pernyataan, mungkin sejak kursi Kejagung kosong ada interest tertentu untuk memperebutkan kursi.[]ian

About Author

Redaksi

Redaksi

Related Articles

0 Comments

No Comments Yet!

There are no comments at the moment, do you want to add one?

Write a comment

Write a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.