Wakil Rakyat Sontoloyo

HMINEWS.COM- Anggota Komisi VIII DPR yang bersikukuh untuk kunjungan kerja ke tanah suci, Mekkah benar-benar kampret dan semprul. Komisi yang seharusnya memantaui perkembangan tentang penanganan korban bencana di tanah air malah asyik menikmati uang rakyat miskin ditengah penderitaan korban bencana. Meraka sudah buta matanya, karena mereka tidak melihat kalau Merapi terus memuntahkan abu dan awan panas. Tercatat sekitar 100 ribu pengungsi yang tersebar di beberapa titik. Mereka saat ini membutuhkan pertolongan dan bantuan

Menurut  rencana ada 64 anggota DPR berkunjung ke Makkah. Sebanyak 25 Anggota Komisi VIII DPR akan mengawasi penyelenggaraan ibadah haji, sedangkan sisanya murni melaksanakan ibadah haji. Komisi VIII adalah yang menangani bencana.

“Jumlahnya 64 itu bukan semuanya memakai uang negara. Tim pengawas haji hanya 12 orang rombongan pertama dan 23 orang rombongan kedua, sisanya menggunakan yang sendiri,” ujar Karding kepada detikcom, Jumat (5/11/2010).

Karding menuturkan, jumlah anggota DPR yang berangkat dalam pengawasan haji terhitung sedikit. Apalagi jika dibandingkan dengan pejabat Kemenag yang ikut dalam rombongan haji tahunan. “Dari tahun ke-tahun jumlahnya segitu. Itu masih jauh lebih kecil dari Kemenag,” terang Karding.

Kalaupun ada anggota keluarga yang diajak, Karding menuturkan, juga tidak dibiayai negara. Menurut Karding, anggota keluarga yang namanya masuk list hanya ikut mengurus visa bersama-sama saja.

“Itu kita cuma ngurus visa saja,” ujar Karding.

Untuk menghindari kesalahpahaman, Karding akan mengajak rombongan tim pengawas haji untuk menginap berjauhan dari anggota DPR yang berangkat untuk kepentingan pribadi. Karding tidak mau kerja tim pengawas haji terus diperotes rakyat. “Nanti sampai sana harus misah,” tandasnya.