Yahudi dan Muslim bersama-sama melawan Islamofobia dan anti-Semitisme

Marc Schneier
HMINEWS.COM, New York – Selama beberapa generasi, kesalahpahaman terjadi antara orang Yahudi dan Muslim tentang apa yang diyakini dan dipraktikkan oleh masing-masing. Mispersepsi ini, di samping berbagai faktor sosial dan politik, telah menimbulkan ketegangan di antara dua komunitas.

Kita semua adalah keturunan Ibrahim dan seperti halnya hubungan antarsaudara mana pun, penting bagi kita untuk mengingat asal-usul kita bersama dan saling mendukung. Kegiatan bertajuk Weekend of Twinningsm diselenggarakan untuk menumbuhkan dan menguatkan hubungan antara orang Yahudi dan Muslim. Prakarsa inovatif ini menghimpun orang Yahudi dan Muslim di masjid-masjid dan sinagog-sinagog dalam komunitas mereka sendiri, bersama-sama para mahasiswa Muslim dan Yahudi dan para pemimpin pemuda.

Setiap tahunnya, para peserta berikrar untuk bekerja sama secara berkelanjutan untuk melawan Islamofobia dan anti-Semitisme. Dalam beberapa komunitas, program ini adalah awal kegiatan lintas agama antara Muslim dan Yahudi yang kita harapkan bisa berlanjut hingga beberapa generasi mendatang.

Weekend of Twinningsm pertama kali diadakan pada November 2008 dan dipelopori oleh Foundation for Ethnic Understanding (FFEU) bekerjasama dengan Islamic Society of North America, Muslim Public Affairs Council dan World Jewish Congress. Program menjalin hubungan timbal balik ini adalah hasil dari sebuah kesepakatan dalam Konferensi Nasional Imam dan Rabi yang digelar oleh FFEU di New York pada 2007. Selain itu Weekend of Twinningsm juga mendapat dukungan Yang Mulia Raja Arab Saudi Abdullah dan mencerminkan visinya untuk mendorong suara-suara moderat dan kerjasama dengan komunitas agama lain.

Pada Juli 2009, FFEU memimpin sebuah Misi Imam dan Rabbi Eropa ke PBB, yang disponsori juga oleh World Jewish Congress dan Islamic Society of North America. Para imam dan rabbi yang berjumlah 28 orang dari Prancis, Inggris, Belanda, Belgia, Italia, Swiss, Jerman, Norwegia dan Rusia berinteraksi dengan para pemimpin politik dan aktivis sosial AS, dan mendiskusikan cara memperbaiki hubungan antaragama dalam komunitas mereka masing-masing. Misi ini menghasilkan sebuah komitmen dari para imam dan rabbi Eropa untuk turut serta dalam Weekend of Twinningsm 2009 di negara-negara mereka.

Pada November 2009, Weekend of Twinningsm antara masjid dan sinagog tahunan kedua berujung pada bergabungnya 100 masjid dan 100 sinagog untuk “Membangun Agenda Bersama” guna menangani masalah-masalah sosial bersama-sama sebagai satu komunitas. Program menjalin hubungan timbal balik antara masjid dan sinagog di Eropa diluncurkan di Paris pada sebuah acara yang disponsori oleh Himpunan Persahabatan Yahudi-Muslim Prancis, dan juga oleh Dewan Perwakilan Lembaga Yahudi Prancis (CRIF), Konsistori, Masjid Agung Paris dan European Jewish Fund.

Sebagai hasil dari misi para imam dan rabbi Eropa bulan Juli ini, Weekend of Twinningsm 2009 mengikutsertakan “jemaat berganda” dari tujuh negara Eropa – Inggris, Prancis, Jerman, Italia, Swiss, Belgia dan Belanda. Di Prancis, di mana ketegangan Muslim-Yahudi sangat tinggi, 19 masjid dan 19 sinagog menjalin hubungan timbal balik, dan menegaskan gagasan bahwa rekonsiliasi di antara dua komunitas agama adalah mungkin.

Tahun ini, sepanjang November dan Desember, lebih dari 100 masjid dan 100 sinagog di 22 negara di empat benua akan mengikuti Weekend of Twinningsm. Pada 31 Oktober, program menjalin hubungan timbal-balik ini dimulai dengan acara virtual, di mana para peserta dari seluruh dunia mendengarkan laporan-laporan tentang berbagai prakarsa Yahudi-Muslim yang sudah dijalankan di sejumlah negara.

Untuk lebih mendukung upaya-upaya pelayanan, kami meluncurkan penerbitan sebuah buku baru yang saya susun bersama Imam Shamsi Ali, pemimpin agama dari Islamic Cultural Center of New York, masjid terbesar dan paling prestisius di New York City. Kami akan mempelajari ayat-ayat yang sukar dipahami dan kontroversial dalam Taurat dan al-Qur’an, dan menghadirkan suara moderat dalam meninjau kitab-kitab suci ini. Buku ini akan menjadi sumber berharga dalam memajukan hubungan Muslim-Yahudi pada masyarakat di seluruh dunia.

Dalam tiga tahun terakhir, ribuan orang Yahudi dan Muslim dari California, New York dan
Toronto, juga London, Paris, Brussels, Frankfurt dan kota-kota Eropa lainnya, tidak saja telah saling mengunjungi tempat ibadah masing-masing untuk pertama kalinya, tapi juga telah mempelajari Taurat dan al-Qur’an bersama-sama, menyantuni orang miskin dan tunawisma, dan membangun persahabatan yang erat.

Weekend of Twinningsm telah berulang kali menunjukkan kita bahwa Yahudi dan Muslim tidak saja bisa hidup bersama secara damai sebagai tetangga, tapi juga bisa bekerjasama membangun masyarakat yang lebih baik.

###

* Rabbi Marc Schneier adalah Wakil Presiden World Jewish Congress, dan Presiden The Foundation for Ethnic Understanding. Artikel ini ditulis untuk Kantor Berita Common Ground (CGNews) dan HMINEWS.COM.