Migrant Care : Ketik Reg (Spasi) di Siksa Kirim ke SBY, Ketik Reg (Spasi) Meninggal Kirim ke SBY

HMINEWS- Kebijakan pemberian handphone HP) kepada tenaga kerja Indonesia (TKI) ditentang masyarakat. Migrant Care melakukan aksi unjuk rasa menolak usulan tersebut di depan Istana Negara, Jakarta, Jumat (26/11/2010).

Usulan agar TKI dibekali HP dinilai sebagai kebijakan instan dan tak menyelesaikan masalah. Selama ini TKI sudah memilik HP. Penyiksaan kekerasan fisik maupun kekerasan seksual tetap terjadi.

Puluhan pengunjuk rasa, yang mayoritas ibu-ibu, membawa sterofom yang sudah dibentuk dan digambar seperti HP. Berbagai jenis ponsel dibuat dengan ukuran cukup besar, kemudian ditulisi pesan singkat bernada sindiran di ‘layar HP’.

Antar alain berbunyi: “KETIK REG (SPASI) DI SIKSA KIRIM KE SBY”, “KETIK REG (SPASI) MENINGGAL KIRIM KE SBY”, “KETIK REG (SPASI) DIPERKOSA KIRIM KE LINDA”, dan “KETIK REG (SPASI) TIDAK DIGAJI KIRIM KE JUMHUR)”.

Sebagaimana diberitakan, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengeluarkan kebijakan agar TKI diberikan HP. Kebijakan tersebut muncul karena TKI kerap mengalami kekerasan bahkan meninggal akibat penyiksaan.

“Kita akan memberi handphone dan kontak person yang setiap waktu bisa dihubungi,” kata Presiden SBY di Kantor Presiden, Jakarta, Jumat (19/11/2010).

Presiden mengakui, pihak Indonesia selalu terlambat mendapatkan informasi adanya TKI yang menghadapi masalah. Untuk mudah mengetahui kejadian yang menimpa para TKI dan mudah dihubungi, para TKI akan difasilitasi dengan handphone.

Presiden menambahkan, untuk pelaksanaan teknisnya akan segera diatur. “Sistem bekerja, kita sedang rumuskan dan diwujudkan diwaktu mendatang,” kata SBY.[]inil/dni