Tabloid Cek dan Ricek

HMINEWS.COM- Dalam laporannya,  Tabloig Cek & Ricek  berusaha mengangkat kembali kasus dugaan pemerkosaan yang dilakukan  anggota dewan dari Partai Demokrat yang bernama M. Nazarudin  terhadap seorang perempuan SPG di kota Bandung beberapa waktu lalu. Kasus ini sempat dilaporkan ke pihak kepolisian, namun entah kenapa tak pernah bisa diselesaikan di ranah hukum. PB Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) telah melaporkan kasus tersebut kepada Badan Kehormatan DPR.

Tabloid ini juga memuat wawancara ketua Umum PB HMI, M.Chozin Amirulah, yang terus mempertanyakan penganganan kasus tersebut oleh BK. Namun entah dengan alasan apa tiba-tiba tabloid ini hilang dari pasaraan. Hal ini jelas sangat merugikan masyarakat karena akses informasi yang hanya dinikmati oleh segelintir orang saja.

Sejak Selasa (2/11/2010) kemarin, tabloid tersebut mulai sukit ditemukan.  Di Bandung, Rabu (3/11/2010) pagi, ribuan eksemplar tabloid ini bahkan dilaporkan telah diborong seseorang berpakaian aparat kepolisian dari Jakarta.

Pemimpin Redaksi C&R Ilham Bintang membenarkan kabar raibnya tabloid C&R di pasaran. Pihaknya telah menerima laporan tersebut dari lapangan sejak Selasa siang.

“Kemarin, baru mendapatkan laporan kalau C&R sudah tak ditemui di kawasan Senayan, Pondok Indah, lalu melebar ke kawasan Jakarta Pusat. Malah tadi subuh, sudah ada yang menyapu bersih.  Di Bandung, ribuan dibeli orang. Agen bilang yang beli seseorang berpakaian polisi. Dia mengaku dari Jakarta,” kata Ilham.

Ilham menduga, aksi borong tersebut dikarenakan tema yang diangkat pada edisi terbarunya tersebut. “Kasusnya mirip dengan majalah Tempo beberapa waktu lalu,” katanya.[]kompas/dni