Susilo Bambang Yudhoyono

HMINEWS- Selain PT Krakatau Steel dan Garuda Indonesia, menurut Menteri Badan Usaha Milik Negara Mustafa Abubakar, sekitar ada tujuh sampai 10 BUMN lagi yang akan disetujui untuk go public.

Pemerintah akan melakukan penawaran saham perdana atau Initial Public Offering (IPO) dari perusahaan-perusahaan milik negara tersebut dalam tahun 2011.  “Yang akan datang sedang diseleksi sekitar 7-10 buah lagi BUMN yang akan di-IPO-kan,” ungkap Menteri BUMN Mustafa Abubakar di Gedung MPR/DPR/DPD RI, Jumat (26/11/2010).

Mustafa membantah tudingan bahwa pemerintah ingin menjual perusahaan-perusahaan ini tanpa alasan. Menurutnya, pemerintah membutuhkan biaya untuk pembangunan di mana sekitar 80 persen dananya harus dipenuhi dari pihak swasta. “Lagipula, itu kecil sekali dibandingkan dengan 141 perusahaan BUMN yang kita punya,” ungkapnya.

Mustafa mencontohkan keberhasilan PT Telkom Tbk dan Bank Mandiri yang maju pesat setelah go public. Mengenai perusahaan mana yang sedang dievaluasi, Mustafa enggan berkomentar. Namun, jika penilaian cukup baik, Mustafa mengatakan PT Pelindo dan PT Angkasa Pura bisa menjadi salah satu pilihan.

“Tetapi, kami sudah nge-list evaluasi untuk kita bawa ke rapat Menko Perekonomian sebagai Ketua Komite Privatisasi. Mungkin minggu depan, atau paling lambat dua minggu akan ada pertemuan untuk mengarahkan perusahaan-perusahaan mana yang layak go public lagi,” tambahnya. []KCM/dni