HMINEWS.COM

 Breaking News

Sehari, Negara dan Krakatau Steel Dirampok Rp1,2 triliun. Luar Biasa Skenarionya!

November 12
09:03 2010

Media Indonesia : Berburu Rente Saham Krakatau

HMINEWS.COM- TUDINGAN dari berbagai kalangan bahwa harga saham perdana PT Krakatau Steel Tbk yang dipatok pemerintah Rp850 per lembar terlalu murah bukan omong kosong. Dugaan adanya patgulipat dalam penjualan saham produsen baja terbesar se-Asia Tenggara tersebut juga bukan fitnah belaka.

Semua itu dibuktikan bukan oleh tim independen maupun tim pengawas. Justru pasarlah yang mengukuhkan kebenaran adanya obral saham dan nuansa patgulipat penjualan saham yang resmi dimulai Rabu (10/11) itu.

Hanya beberapa menit setelah pasar dibuka, harga saham Krakatau meroket hingga ditutup naik 49,41% ke Rp1.270 per saham. Itu berarti di hari pertama saja sudah ada selisih harga per lembar saham sebesar Rp420.

Selaras dengan meroketnya saham itu, nilai kapitalisasi Krakatau yang saat pembukaan pasar Rp13,40 triliun sudah bertambah Rp6,63 triliun pada penutupan menjadi Rp20,03 triliun. Itulah lonjakan kapitalisasi pasar paling besar untuk sebuah perdagangan saham perdana di Bursa Efek Indonesia sepanjang tahun berjalan di 2010 ini.

Akal sehat kita dengan amat gamblang menangkap bahwa pasar yang terbuka tidak pernah berbohong. Selain meneguhkan telah terjadi obral murah saham Krakatau Steel, meroketnya harga saham Krakatau sekaligus menjelaskan masih gemarnya otoritas di Republik ini bersilat lidah.

Ketika berbagai kalangan menyorot murahnya harga saham Krakatau yang ditetapkan pemerintah, para pemegang otoritas menyebutkan ‘itu harga yang pas’. Selain itu, harga patokan pemerintah juga dimaksudkan untuk memberikan kesempatan kepada investor asing ‘berkualitas’ yang tidak sudi membeli saham Krakatau di atas harga Rp850 per saham.

Tapi, lagi-lagi perlu kita tegaskan bahwa pasar tidak berbohong. Investor asing ternyata malah melakukan penjualan besar-besaran saham Krakatau Steel saat perdagangan perdana itu.

Investor asing melakukan penjualan bersih saham berkode KRAS sebanyak 316,2 juta saham senilai Rp378,6 miliar. Bahkan, harga jual rata-rata saham investor asing itu mencapai Rp1.198 per lembar, atau lebih tinggi Rp348 daripada patokan harga pemerintah.

Jumlah saham yang dilepas asing itu setara dengan 2% dari total saham Krakatau yang diperuntukkan investor asing sebesar 7%. Dengan demikian, sisa saham untuk investor asing tinggal 5%. Amat terang-benderang bahwa penjualan saham BUMN baja itu telah menjadi ajang berburu rente, bahkan oleh investor asing berkualitas sekalipun.

Strategi mematok harga murah demi menjaring investor asing yang bakal menahan saham Krakatau dalam jangka panjang tidak lebih sekadar kalimat pemanis demi membungkus persekongkolan.

Persekongkolan demi melempengkan jalan bagi para pemburu rente, entah domestik maupun asing, untuk meraup untung berlipat-lipat. Ketika para pemburu rente itu berpesta pora, negara dan Krakatau Steel pun terkena bencana.

Berdasarkan hitung-hitungan analis pasar saham, negara dan Krakatau Steel dirampok Rp1,2 triliun dalam sehari. Kenyataan itu tidak boleh didiamkan karena bisa menjadi pola baru mengeruk pendapatan negara.

Karena itu, investigasi harus segera dilakukan. Siapa pun yang bermain dalam alur persekongkolan jahat harus dihukum laiknya penjahat negara.[]ME/dni

About Author

Redaksi

Redaksi

Related Articles

0 Comments

No Comments Yet!

There are no comments at the moment, do you want to add one?

Write a comment

Write a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.