Tabloid Cek dan Ricek

HMINEWS.COM- “Skandal Sek Wakil Rakyat”  terbitan Tabloid Cek & Ricek banyak mengundang komentar pro dan kontra atas pemberitaan tersebut. Bahkan Wakil Ketua DPR Priyo Budi Santoso meminta media tidak perlu mengekspos secara berlebihan kasus perselingkuhan anggota DPR. Pasalnya kasus mesum yang menimpa wakil rakyat merupakan masalah pribadi yang tidak layak diberitakan.

“Itu tidak perlu diberitakan tapi harapan itu sia-sia. Saya kira tidak sedahsyat apa yang disangka-sangka itu,” imbau Priyo kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (3/11/2010).

Hal ini disampaikan Priyo menanggapi maraknya isu perselingkuhan di sejumlah media. Tabloid C&R bahkan dikabarkan lenyap dari pasaran setelah memuat artikel tentang skandal selingkuh para anggota DPR. “Mudah-mudahan ini peristiwa manusiawi biasa,” ujar Priyo.

Namun demikian, Priyo menuturkan, dirinya tidak mempermasalahkan jika anggota DPR yang terbukti selingkuh diproses di BK DPR. Bagaimana keputusan akan ditentukan oleh partai masing-masing setelah menerima rekomendasi BK DPR. “Nanti pada saatnya jika sahih ya silakan diproses,” tegas Priyo.

Sementara itu Wakil Ketua Umum Partai Demokrat (PD) Max Sopacua meminta kasus isu skandal seks yang menimpa politisi Demokrat berinisial N tidak dibesar-besarkan. Max justru menyimpan kekhawatiran isu itu dipolitisir pihak tertentu. Padahal soal selingkuh adalah wilayah pribadi.

“Persoalan perselingkuhan ini urusan pribadi. Kalau disangkut pautkan dengan pekerjaan kan kita bukan orang suci,” terang Max di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (3/11/2010).

Max pun berharap semua pihak memahami hal tersebut sebagai kasus pribadi bukan partai. PD tak mau kasus Mr N dijadikan alat memojokkan PD. “Itu persoalan lama, jangan dipolitisir,” tambahnya.[]dtk/dni