Dasar Sontoloyo

HMINEWS.COM- Kali ini sangat jelas dan nyata DPR kembali menunjukkan sikap yang  tidak mencerminkan keberpihakan kepada rakyat miskin. Pasalnya, Sekalipun negeri ini mau kiamat, keputusan DPR untuk kunjungan keluar negeri tidak bisa dibatalkan karena kunjungan itu sudah direncanakan jauh-jauh hari.

Wakil Ketua DPR, Pramono Anung mengatakan, kunjungan kerja yang sudah direncanakan jauh-jauh hari tidak bisa dibatalkan begitu saja. Sejumlah komisi yang berada di bawah koordinasinya akan tetap melakukan kunjungan kerja ke luar negeri hingga akhir tahun ini.

“Ada tiga yang akan berangkat,” kata Pramono, Kamis (4/11/2010), di Gedung DPR, Jakarta

Saat ditanya komisi atau pansus RUU mana saja yang akan berangkat, Pramono tidak menjawab. “Nanti sajalah,” ujarnya.

Dua tim Pansus RUU Rumah Susun Komisi V, yang berada di bawah koordinasi Pramono, sudah bertolak ke Italia pada pekan lalu dan Moskow, Rusia pada awal pekan ini.”Sudah direncanakan 2 sampai 3 bulan lalu. Tidak bisa dibatalkan,” kata Pramono.

Ia memahami penolakan dan kritik keras publik atas agenda kunjungan kerja DPR. Apalagi ditengah situasi bencana. Pramono sendiri mengakui bahwa banyak kunjungan anggota Dewan yang perlu dipertanyakan.

“Dan sebenarnya tidak perlu berangkat. Tetapi, momentum saat ini harus dijadikan momen melakukan perubahan secara komprehensif, jangan kasus per kasus. Kalau mau lakukan larangan, lakukan secara tertulis sehingga pimpinan bisa punya pegangan untuk mencegah,” kata politisi senior PDI Perjuangan ini.

Kalau kebijakan DPR tidak bisa membatalkan kunjungan keluar negeri, lalu bagaimana dengan laporan masyarakat ke Badan Kehormatan (BK) DPR terkait dengan sikap Amoral sebagian Anggota DPR yang terlibat dalam “Skandal Sex” Pemerkosaan?.[]kompas/dni