Pemerintahan Sarkozy diselamatkan Al Qaeda

HMINEWS.COM- Para pemimpin Perancis tampaknya mulai terinspirasi dengan apa yang dilakukan para politisi Gedung Putih dalam peristiwa 11 September. Kini Paris ingin menutupi masalah dalam negeri yang melilitnya dengan membuat skenario baru bernama Al Qaeda. Dengan menyontek apa yang dilakukan Gedung Putih, Istana Elysse juga berharap dapat menyelamatkan pemerintahan Nicolas Sarkozy dari kehancuran.

Draf perubahan usia pensiun dari 60 tahun menjadi 62 yang diratifikasi oleh Majelis Rendah dan Majelis Tinggi (Senat) Perancis berujung pada aksi mogok dan demonstrasi besar-besaran di sana. Sedemikian luasnya aksi unjuk rasa dan diikuti oleh pelbagai kalangan masyarakat dan profesi membuat Perancis berada dalam krisis. Bila tidak segera diselesaikan, krisis ini bakal berakibat tersungkurnya pemerintahan Sarkozy.

Menyusul aksi mogok dan demonstrasi telah menyebar hingga ke berbagai kota, para pejabat negara ini mulai mencari solusi untuk keluar dari krisis ini. Solusi paling mudah dan terbukti berhasil dilakukan oleh negara lain, khususnya Amerika adalah menyebarkan isu ancaman Al Qaeda.

Strategi tebar ketakutan melalui ancaman teror Al Qaeda biasanya dilakukan lewat bantuan media massa. Oleh karenanya, sejak hari Rabu lalu (27/10) media massa negeri ini secara serentak mempublikasikan ucapan Ben Laden, pimpinan Al Qaeda yang mengancam akan menyerang negara ini. Berita yang tidak pernah diakui oleh sumber-sumber terpercaya.

Bernard Kouchner, Menteri Luar Negeri Perancis sehari setelah publikasi berita tersebut (Kamis, 28/10) segera mengeluarkan pernyataan resmi mereaksi ancaman Ben Laden dan menyebut ancaman itu tidak dapat diterima.

Menteri Pertahanan Perancis, Herve Morin tampaknya tidak mau kalah dari Kouchner dan mengklaim para pakar Perancis meyakini bahwa rekaman suara tersebut benar-benar milik suara Ben Laden.

Para pejabat Perancis dengan bantuan media dan para pakar negara ini berusaha agar masalah dalam negeri yang sedang melilit mereka ini dihubungkan dengan pihak asing dan ingin mencitrakan bahwa krisis yang terjadi tidak murni masalah dalam negeri. Di sini kelompok teroris dijadikan tumbal bahwa mereka tengah merencanakan aksi-aksi teror di Perancis. Isu ini dengan sendirinya memberikan kesempatan lebih besar kepada para polisi dan intel-intel Perancis untuk menangkap dan menyiksa para pelaku aksi unjuk rasa dengan alasan keamanan nasional!!!

Akibat krisis ekonomi yang menghantam Eropa, kondisi ekonomi Perancis juga tidak terkecualikan dari masalah ini. Sejatinya pemerintah Sarkozy tidak hanya dihadapkan pada masalah kondisi ekonomi yang buruk, tapi juga terbongkarnya skandal seks sebagian para pejabat, pengangguran, diskriminasi terhadap para imigran dan lain-lainnya yang sebenarnya membuat rakyat bangkit memprotes kondisi yang ada.

Solusi yang ada dibenak para pemimpin Perancis semua mengarah pada upaya menciptakan isu Al Qaeda dan ancaman serangan teroris dari kelompok ini. Oleh karenanya, para pejabat Istana Elysse di hari-hari terakhir berusaha keras untuk menyimpangkan opini publi negara ini, sama seperti yang dilakuan George W. Bush, mantan Presiden Amerika dalam peristiwa 11 September.

Buat umat Islam yang menjadi pertanyaan adalah siapa dan apa sebenarnya Al Qaeda? Mengapa kelompok ini senantiasa dimanfaatkan untuk menyelamatkan negara-negara Barat? Apakah memang kelompok Al Qaeda memperjuangkan nilai-nilai Islam? Dan masih banyak pertanyaan lain yang ada di benak setiap umat Islam terkait apa peran sesungguhnya kelompok ini di kancah politik internasional. Andalah yang paling tepat menjawabnya.[]irib/dni