PB HMI Menolak Penjualan Saham PT Krakatau Steel pada Pihak Asing

HMINEWS.COM- Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (MPO) mendukung penuh penjualan  saham PT. Krakatau Steel kepada pihak asing. HMI juga mendorong pemerintah untuk menjual asset-asset strategis negara yang lain. Masih banyak asset negara yang bisa dijual.

Pemerintah tidak perlu pasang harga tinggi dalam penjualan asset-aset tersebut, sebaiknya diobral saja, sehingga akan lebih cepat laku. Pernyataan tersebut disampaikan oleh Ayib Rudi, komisi Ekonomi PB HMI (MPO) melalui press release yang diterima redaksi HMINEWS.COM Rabu (3/11/2010)

Menurut Ayib, ada beberapa alasan mengapa kita harus menjual asset-aset strategis Negara. Pertama, kita adalah bangsa yang bodoh dan pemalas, kita tidak memiliki kemampuan dan malas untuk mengelola asset tersebut. Pihak asing lebih pintar dan memiliki kemampuan mengelola asset tersebut, sehingga nantinya akan lebih efesien.

Kedua, kita adalah bangsa yang korup. Jika asset Negara tersebut dikelola sendiri maka hanya akan menjadi lahan korupsi, sehingga tidak efisien.

Ketiga, kita tidak punya modal untuk mengelola asset Negara. Untuk menjalankan usaha, kita butuh modal, dan kita tidak punya modal tersebut. Pihak asinglah yang memiliki modal untuk menjalankan usaha.

Keempat, kita perlu membayar utang. Sebagai bangsa yang beradab, bagaimanapun juga kita harus membayar utang kita kepada pihak asing. Jika kita mengemplang utang, maka kita akan dikucilkan dari pergaulan internasional. Pihak asing tidak akan percaya lagi dengan kita, tidak mau lagi bergaul dengan kita, dan kita akan menjadi bangsa yang tertinggal dalam segala bidang.

Kelima, penjualan asset Negara adalah satu-satunya cara untuk menutup defisit APBN. APBN defisit memang dibuat pemerintah untuk memacu perekonomian nasional. Stimulus fiskal dimaksudkan agar ekonomi tumbuh, jutaan lapangan kerja terbuka, dan untuk program-program kerakyatan. Fakta menunjukkan bahwa sekarang ekonomi terus tumbuh, rakyat semakin makmur dan sejahtera, jutaan lapangan kerja tercipta, dan angka pengangguran semakin kecil. Kita perlu mengorbankan sesuatu yang kecil untuk mendapatkan yang besar, kita selalu dihadapkan dengan trade-

off. Keenam, ada sebagian hasil penjualan tersebut yang bisa dibagi – bagi. Dengan bagian tersebut sebagian dari kita bisa sedikit hidup lebih sejahtera.

Ayib menambahkan, ia yakin bahwa seluruh rakyat Indonesia akan mendukung penjualan asset-aset Negara tersebut. Rakyat Indonesia percaya bahwa pemerintah melakukan hal tersebut dengan tujuan yang baik, semata-mata untuk kepentingan seluruh rakyat Indonesia. Jadi tidak ada alasan bagi rakyat untuk tidak mendukung penjualan asset-aset strategis Negara. Tentu saja, kita dari HMI (MPO) sebagai bagian dari rakyat Indonesia, akan mendukung penuh hal tersebut.

Namun, perlu  untuk diketahui pernyataan sikap tersebut  sebagai bentuk kekecewaan PB HMI atas penjualan Saham Kratau Steel. Tentu kami (PB HMI)  jengkel terhadap perilaku pemerintah yang gemar menjual asset-aset Negara kepada pihak asing. PB HMI yang merupakan bagian dari rakyat  dan bangsa Indonesia tidak rela dengan penjualan asset-aset strategis Negara, dan akan melawan tindakan pemerintah tersebut. PB HMI MENOLAK PENJUALAN SAHAM PT. KRAKATAU STEEL Tbk PADA  PIHAK ASING, tegas Ayib.[]dni