Ahmad Yani, Komsi III DPR

HMINEWS- Anggota Komisi III DPR Ahmad Yani menuding banyak politisi yang mendapat keuntungan dibalik IPO saham Krakatau Steel (KS) yang sangat murah. Anggota Komisi VI DPR juga dituding meraup keuntungan tersebut.

“Nggak cuma dari PD tapi semua partai. Saya dengar kawan-kawan di Komisi VI juga menerima,” ujar Yani kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (21/11/2010).

Yani menilai IPO KS memang sangat politis. Menurutnya harus dilakukan pengusutan menyeluruh agar terbuka siapa saja pemain dibalik IPO KS.

“Bisa saja lebih banyak poltisi menerima dan itu harus dibongkar. Karena itu penghianatan kepada bangsa kasus KS itu penjualan aset bangsa,” papar Yani.

Untuk mengusut hal tersebut diperlukan Panja atau Pansus untuk membongkar hal tersebut.  Komisi III DPR juga bersiap membangun pansus gabungan untuk mengusut hal tersebut.

“Itu perlu diusut tuntas. Pansus gabungan juga kita akan membentuk,” terang Yani.

Sementara itu anggota Komisi III DPR dari Fraksi Hanura Syarifuddin Suding juga mendorong pembongkaran keuntungan politik dibalik saham KS. DPR diharapkan membentuk panitia angket untuk mengusut hal tersebut.

“Diperlukan panitia angket untuk membongkar kasus politisasi sahan KS yang sudah memperkaya diri dalam waktu yang cepat,” usul Suding dalam interupsinya saat rapat Paripurna DPR.

Demikian pula disampaikan anggota Komisi III Martin Hutabarat. Dia menegaskan, harus diusut siapa yang mendapat dalam jumlah besar dari penjualan saham itu. “Sangat mungkin terjadi sebuah kejahatan kerah putih,” tutup Martin.[]dtk/dni