Mahasiswa Tolak Kedatangan SBY ke Aceh

HMINEWS- Aksi demo yang digelah mahasiswa dari berbagai universitas di Aceh untuk mendemo kedatangan SBY terpaksa harus dibubarkan Polisi pada senin 29/11/2010. Polisi meminta mahasiswa membubarkan aksinya, di Simpang Mesra Banda Aceh, karena dianggap dapat menganggu kunjungan presiden ke Aceh. Namun mahasiswa bersikeras bertahan dan ingin tetap bertemu Presiden.

Polisi yang telah membuat barikade akhirnya menghalau demonstran. Aksi saling dorong pun tak dapat dihindarkan. Mahasiswa melempari polisi dengan batu dan dibalas dengan tembakan peringatan oleh polisi.

Mahasiswa kemudian mundur sekitar seratus meter dari Simpang Mesra, dan memblokir jalan serta membakar ban bekas. Mereka juga merazia kendaraan dinas yang melintasi kawasan tersebut. Satu orang mahasiswa yang diduga sebagai pemicu kerusahan juga sempat ditahan polisi.

Kordinator mahasiswa, Safruddin mengatakan, pihaknya hanya menuntut agar presiden segera mengeluarkan peraturan pemerintah untuk menyempurnakan Undang-undang Nomor 11 tahun 2006 Pemerintahan Aceh.

Mereka juga meminta pemerintah membentuk Komisi Kebenaran dan Rekonsiliasi (KKR) serta membebaskan tahanan dan narapidana politik dari konflik Aceh, yang hingga kini masih ditahan di beberapa penjara.

Pengamanan aksi demonstrasi ini juga melibatkan personil TNI dari Kodam Iskandar Muda. Polisi telah berusaha membujuk mahasiswa untuk meninggalkan jalan yang akan dilewati presiden tersebut. akhirnya bentrokan tidak bisa dihindarkan.

Presiden berada di Aceh untuk meresmikan meresmikan taman hutan Kota Banda Aceh, di Desa Tibang dan meresmikan program jaminan Kesehatan Aceh (JKA). Dijadwalkan pada Selasa, 30 November 2010, besok, Presiden akan membuka perkemahan Wirakarya Nasional di kawasan Seulawah, Kecamatan Bandar Dua, Pidie.

Hingga petang ini polisi dan mahasiswa masih bertahan dilokasi bentrokan. Mahasiswa masih bertahan dan meminta polisi melepaskan rekan mereka yang diamankan.(mkn)