“Mengapa Sri Mulyani”

HMINEWS- Inilah promosi kubu Sr Mulyani dengan klaim bahwa: ”Facebookers Kami Percaya Integritas Sri Mulyani Indrawati (KPI-SMI) meluncurkan buku berjudul “Mengapa Sri Mulyani” guna menyibak tabir Bank Century.”

Padahal Sri Mulyani adalah pelaku utama skandal Century. Kalangan LSM, aktivis mahasiswa sampai KNPI sekalipun mengingatkan promosi Sri Mulyani sebagai Managing Director Bank Dunia tidak berarti sertamerta mengabaikan penyelesaian kasus Bank Century.

“Kami menilai ini penghargaan dan kehormatan bagi Indonesia untuk menduduki jabatan strategis di Bank Dunia, tapi itu harus disikapi dengan menyelesaikan keterlibatan Sri Mulyani di kasus Bank Century agar pada akhirnya bukan menjadi preseden buruk bagi citra negara,” kata Sekretaris DPD KNPI Maluku versi Ancol, Veky Peilow.

Veky mengingatkan, bila kasus Bank Century tidak terselesaikan dan pada akhir penanganan kasus Bank Centry ternyata Sri Mulyani diputuskan terlibat, maka ini mencoreng citra Indonesia.

Sri Mulyani orang profesional yang pantas mendapat penghargaan dan dukungan, namun keterlibatan dalam skandal Century harus dituntaskan secara hukum. Kalau tidak maka orang-orang lain yang seperti Sri Mulyani tinggal menunggu giliran.

Ketua Umum Perhimpunan Bank-bank Umum Nasional (Perbanas), Sigit Pramono memberikan sambutan dalam peluncuran buku itu di Jakarta, Jumat.

Buku setebal 202 halaman itu ditulis oleh Steve Susanto dan diklaim sebagai  kulminasi dari risalah harian para facebookers KPI-SMI. Buku ini membela Sri Mulyani bak seorang dewi dan dijadikan simbol etika segala, padahal Sri Mulyani  melakukan bail out Century karena bermotiv kekuasaan. Jadi, tidaklah perlu dibela habis-habisan, yang tampak  telanjang dalam buku ini.

Grup Facebook KPI-SMI bukan organisasi formal, tapi kumpulan orang biasa yang mengklaim memiliki kesamaan pandang dan tekad untuk sebuah gerakan berintegritas guna turut melindungi negeri dari kepentingan sesaat dan golongan.

Perlindungan politis oleh  elite  negara terhadap kebijakan bail out Bank Century saat ini  belum reda namun pemerintahan SBY kebingungan  untuk menuntaskan kasus Bank Century  yang menyeret Boediono, dan isu  itu terus bergulir di tataran publik.

Sementara itu sahabat Sri Mulyani, Wimar Witoelar mengklaim, di mana pun Sri Mulyani berada, selalu mengusung etika publik menjadi inti persona di balik kekuatan intelektualnya. Sayang kekuatan intelektualnya itu dipakai untuk melakukan bail out Century, suatu kejahatan ekonomi dengan cara kotor kaum kerah putih.

“Suatu saat Sri Mulyani akan bergabung kembali dengan kita, dan pada saat itu bisa kita katakan bahwa yang disebutnya sebagai ongkos demokrasi mahal yang harus kita bayar, menjadi biaya investasi yang kembali dalam jumlah berlipat ganda,” klaim Wimar.

Dibutuhkan  penegakan hukum yang kredibel untuk menuntaskan skandal Century dan menjaga  kepastian hukum  yang tak pandang bulu dalam menuntaskan skandal Century, apalagi Ketua KPK baru sudah terpilih, Ini penting agar demokrasi tumbuh subur dan seimbang.  “Masa terpenting adalah masa sekarang,” kata Wimar.[]dni/ant)