Ketua DPR, Marzuki Alie

HMINEWS.COM- Maafkan bila ku tak sempurna, lidah ini tak mungkin kujaga. Akhirnya Ketua DPR Marzuki Ali meminta maaf. Namun, permintaan maafnya itu tidak terkait dengan subtansi pernyataanya yang dianggap pubik telah melukai warga Mentawai. Permintaan maafnya itu disebabkan karena pernyataanya telah mengakibatkan semua orang sibuk berkomentar bukan sibuk menggalang bantuan untuk warga Mentawai.

Bagi Marzuki Alie, dirinya tidak sulit meminta maaf ke publik, jika substansi pernyataannya dapat terlaksana dengan baik. Namun, politikus Partai Demokrat ini memastikan dirinya meminta maaf atas pernyataannya yang mengakibatkan publik sibuk berkomentar daripada menggalang bantuan bencana.

“Yang jelas saya meminta maaf atas sesuatu yang terjadi yang mengakibatkan semua sibuk berkomentar bukan sibuk menggalang bantuan untuk para korban,” ujarnya kepada www.inilah.com melalui pesan elektronik, Rabu (3/11/2010) malam.

Sebagaimana dimaklumi, sesaat setelah musibah gempa dan tsunami Ketua DPR Marzuiki Alie membuat pernyataan yang dinilai menyakiti masyarakat korban bencana di Mentawai, Sumatera Barat. Akibat pernyataan Marzuki inilah mengakibatkan reaksi keras publik.

Namun Marzuki menegaskan pernyataan sama sekali tidak bertendensi menyakiti masyarakat Mentawai. Justru Marzuki menekankan dirinyalah sesaat peristiwa gempda dan tsunami terjadi, langsung melakukan koordinasi dengan sejumlah pihak. “Saya yang pertama memberi tahu adanya gempa bumi kepada saudara Andy Arief, staf khusus presiden bidang bencana alam,” katanya.[]inilah/dni