SBY dan BEM Nusantara

HMINEWS- Presiden susilo Bambang Yudhoyono menawari mahasiswa untuk berdialog secara bergantian dengan menteri-menteri Kabinet Indonesia Bersatu II setiap sebulan sekali. Tawaran itu disampaikan oleh Presiden mengawali sambutannya pada pembukaan temu Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-nusantara di Auditorium Universitas Cendrawasih, Jayapura, Senin (22/11/2010).

Presiden mempersilakan para mahasiswa untuk setiap satu bulan sekali bertemu dengan para menteri dan melakukan dialog secara cerdas.

“Saya sudah berpesan kepada Mendiknas, saya menawarkan kepada dewan pimpinan BEM Nusantara untuk setiap bulan bisa bertemu dengan seorang menteri secara berganti-ganti. Silakan misalnya bukan ini bertemu Menteri Pertanian, bulan depan dengan Menkumham, bulan depannya lagi dengan Menperin,” tutur Presiden.

Sebagai agen pembaharu bangsa, Presiden berkeyakinan mahasiswa dapat menggunakan kemampaun intelektualnya untuk melakukan dialog serta komunikasi yang cerdas dan berkualitas.

“Selalu berguna bertemu dengan mahasiswa mendengarkan pikiran dan aspirasinya, mendengarkan kritik-kritiknya yang semuanya itu disampaikan dengan niat yang baik demi kemajuan bangsa tercinta,” kata Kepala Negara.

Dalam awal sambutannya, Presiden menyapa mahasiswa dengan kalimat “calon-calon pengganti saya dan calon-calon pengganti menteri dan gubernur” yang langsung mendapatkan tepuk tangan riuh dari ratusan mahasiswa.

Presiden berharap acara temu BEM Nusantara dapat dijadikan ajang saling bertukar pikiran dan komitmen antara pemimpin mada depan.

Kepada para mahasiswa, Presiden mengingatka bahwa permasalahan yang dihadapi bangsa sangat kompleks dan tidak semudah yang terlihat dari luar.

“Permasalahan itu saudara bisa ikut kontribusi memecahkan, mencari jawaban,” ujarnya.

Selain memberikan sambutan, Presiden sekaligus menyampaikan kuliah umum singkat tentang posisi Indonesia saat ini beserta tantangan yang akan dihadapi pada masa depan.

Kepala Negara memaparkan visi Indonesia yang berekonomi maju serta semakin demokratis sebagai salah satu buah perjuangan mahasiswa di masa lalu.

Di akhir sambutannya, Presiden menyampaikan harapannya kepada mahasiswa agar secara mental, pengetahuan, dan pengalaman bersiap untuk menerima estafet kepemimpinan.

“Saudara ingin menjadi apa, ingin mengabdi di mana, itu pilihan saudara sendiri. Pilihlah. Yang penting `be somebody and do something,” ujarnya.

Presiden pun berharap agar para mahasiswa nantinya bisa menjadi generasi yang lebih baik dari generasi yang sekarang.

Setelah Kepala Negara mengakhir sambutan, beberapa mahasiswa sempat berdiri sambil mengacungkan tangan dan berteriak ingin mengajukan pertanyaan kepada Presiden.

Namun aksi mahasiswa itu langsung dihentikan oleh Pasukan Pengamanan Presiden.

Melihat kejadian itu, Presiden pun berjanji mahasiswa yang ingin berdialog dengannya akan diatur pada kesempatan yang lain dan bukan pada pembukaan temu BEM Nusantara 2010 karena tidak ingin menganggu jadwal acara tersebut.

Setelah meninggalkan Universitas Cendrawasih, Presiden Yudhoyono dan rombongan langsung menuju Bandara Sentani untuk menuju Jakarta.

Rombongan dijadwalkan sudah tiba di Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma pada pukul 15.45 WIB.[]ant/dni