ICW Kembali Tegaskan SBY Gagal Berantas Korupsi

HMINEWS- Indonesia Corruption Watch (ICW) meragukan komitmen pemerintah untuk memberantas korupsi. Hal ini terlihat dari pemilihan dua penegak hukum yakni Kapolri Jenderal Timur Pradopo dan Jaksa Agung terpilih, Basrief Arief. Keduanya dinilai tidak terlalu cemerlang dan hanya memiliki jejak rekam yang biasa-biasa saja.

“Pemilihan Basrief yang berlatar biasa-biasa, tampaknya tidak ada harapan akan ada shock therapy akan kasus-kasus korupsi,” ucap Febri Jumat (26/11/2010)

Ia mengungkapkan keheranannya akan pemilihan pimpinan lembaga penegak hukum yang dilakukan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang cenderung memilih nama yang tidak dijagokan publik, atau bahkan kurang dikenal publik.

“Waktu itu tiba-tiba presiden pilih Timur jadi Kapolri sekarang juga Basrief, yang tidak terlalu menonjol. Sepertinya presiden kita itu suka yang biasa-biasa saja. Ini menunjukkan presiden tidak komit memberantas korupsi,” ungkap Febri.

Sesuai janjinya, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono akhirnya mengumumkan Basrief Arief sebagai Jaksa Agung definitif menggantikan Hendarman Supandji. Nama Basrief Arief sendiri memang tidak terlalu santer terdengar sebagai kandidat jaksa agung, tidak seperti Plt Jaksa Agung saat ini, Darmono, yang dicalonkan kuat dari kalangan internal kejaksaan.

Namun, Basrief Arief juga berasal dari kejaksaan. Di era jaksa agung Abdul Rahman Saleh, ia menjabat sebagai Wakil Jaksa Agung. Setelah itu, ia menjabat sebagai Ketua Tim Pemburu Korupsi yang dibentuk Kemenkumham, dan kemudian pensiun di tahun 2007.[]kcm/dni