Basrief Arief Jaksa Agung Pilihan SBY

HMINEWS- AKHIRNYA negara ini memiliki Ketua KPK yang baru Busyro Muqoddas dan juga Jaksa Agung yang baru Basrief Arief. Inilah pejabat penegak hukum yang baru, tapi dengan harapan lama.  Bukankah harapan lama berharap hukum dapat ditegakkan tanpa pandang bulu? Bukankah harapan lama pula berharap korupsi bisa dibabat habis di negeri ini?

Tidakkah berlebihan meletakkan harapan baru di pundak kedua pejabat baru itu, padahal harapan lama tak kunjung terpenuhi secara paripurna? Bukankah korupsi masih merajalela? Bukankah jaksa masih bisa dibeli?

Jadi, yang paling realistis saat ini, di tengah ‘kehebatan’ orang seperti Gayus Tambunan, tak lain tak bukan, cukuplah hanya menggarisbawahi kembali harapan lama yang tiada kunjung terpenuhi itu.

Kepada Busryo Muqoddas, kita mesti bilang, Anda punya modal yang cukup untuk memotong tangan-tangan gurita korupsi di negeri ini. Modal itu adalah kepercayaan publik kepada KPK.

Berdasarkan survei Lembaga Survei Indonesia, publik menilai KPK sebagai satu-satunya lembaga penegak hukum yang masih memiliki integritas tinggi. Sebaliknya, berdasarkan survei yang sama, kepercayaan publik terhadap kejaksaan, kepolisian, dan pengadilan justru mengalami defisit.

Itulah sebabnya publik berharap KPK mengambil alih kasus mafia pajak Gayus Tambunan. Toh, Undang-Undang KPK mengizinkan lembaga ini mengambil alih kasus-kasus korupsi yang ditangani secara tidak profesional dan proporsional oleh lembaga penegak hukum lain.

Melenggangnya Gayus ke Bali cukup menjadi bukti bahwa polisi tidak profesional dan proporsional menangani kasus mafia pajak. Karena itu, keberanian Anda mengambil alih kasus Gayus merupakan batu ujian awal.

Akan tetapi, terus terang, publik pun menyimpan kekhawatiran KPK mulai layu pascakriminalisasi pimpinan KPK. Publik khawatir pendeponiran perkara Bibit-Chandra membuat KPK berutang budi kepada pemerintah.

Kekhawatiran itu hanya bisa ditepis dengan menunjukkan bukti nyata, yaitu KPK tidak tebang pilih dalam menangani perkara korupsi.

Kepada Jaksa Agung yang baru Basrief Arief, kita mesti bilang tugas pertama dan amat berat baginya adalah membersihkan institusi sendiri, membersihkan lembaga kejaksaan dari jaksa-jaksa nakal.

Tugas berat karena dahsyatnya spirit korps di tubuh kejaksaan. Sebagai orang dalam, Anda tahu persis perihal yang busuk-busuk. Tetapi serentak dengan itu, tidaklah mudah bagi Anda untuk membabat rekan sendiri.

Padahal tidaklah mungkin negara ini bisa menegakkan hukum bila jaksa justru yang mengotori hukum. Contohnya, tidaklah mungkin Gayus dituntut dengan hukuman maksimal, karena jaksa Cirus Sinaga dan Fadil Regan bisa sesukanya mengubah rencana tuntutan.

Hanya dengan mereformasi kejaksaan, kepercayaan publik kepada institusi yang Anda pimpin berubah dari defisit menjadi surplus.

Kita ucapkan selamat bertugas kepada Ketua KPK Busyro Muqoddas dan Jaksa Agung Basrief Arief. Kepada Anda berdua publik menaruh harapan, yaitu harapan lama yang masih jauh panggang dari api.[]sumber : MI