Ketua PP Muhammadiyah, Din Syamsuddin

HMINEWS- Jargon-jargon penegakkan hukum di Indonesia dinilai Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Din Syamsuddin  masih sebatas retorika. Menurutnya, penegakkan hukum perlu sosok pemimpin yang tegas dan berani.

“Penegakan hukum di Indonesia juga masih sebatas retorika belaka. Masyarakat sudah kehilangan kehilangan kepercayaannya pada institusi Polri dan Kejagung,” katanya saat membuka kegiatan tablig akbar menyongsong musyawarah daerah ke-4 Pengurus Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Kediri di kantor PDM Muhammadiyah Desa Gurah, Kecamatan Gurah, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, Sabtu malam.

Pihaknya sangat prihatin dengan kondisi hukum di Indonesia. Masih banyak masalah – masalah yang melibatkan lembaga penegakan hukum baik di Polri maupun Kejagung, seperti kasus Bank Century yang hingga kini belum ada kejelasan, serta masalah kasus suap Gayus Tambunan.

Ia juga mengaku, sangat mengapresiasi keputusan Presiden untuk memilih kader Muhammadiyah sebagai pejabat. Ketua KPK baru, Busyro Muqoddas yang dipilih oleh DPR menggantikan Antasari Azhar adalah salah satu kader yang terbaik. Sepak terjangnya sudah tidak perlu diragukan lagi.

“Ia punya kemampuan dan pengalaman di bidang hukum serta mempunyai keberaniaan dan kejujuran. Itu adalah dua kapasitas yang diperlukan,” jelasnya.

Pihaknya menyambut dengan baik keputusan tersebut sebagai manifestasi dari “good will” serta “political will” dari pemerintah. Ia juga yakin, Busyro akan mampu membawa lembaga penegakan hukum ini menjadi lebih baik, termasuk juga dengan penunjukan Basrief Arief menjadi Jaksa Agung.

Walaupun begitu, pihaknya tidak ingin terlena dan lalai. Pihaknya tetap menegaskan agar kader Muhammadiyah yang mendapatkan amanat untuk bekerja dengan baik.

Pihaknya juga mempunyai mekanisme tersendiri untuk memberi sanksi bagi kadernya yang melakukan pelanggaran hukum seperti korupsi. Pihaknya juga tidak segan – segan memberi sanksi, tidak memandang keluarga dan saudara.

Kunjungan Din Syamsuddin ke Kabupaten Kediri ini adalah yang kedua kali. Kunjungan pertama tahun lalu, dalam peresmian rumah sakit, sementara yang kedua ini adalah kunjungan untuk tablig akbar menyongsong musyawarah daerah. Selain itu, kedatangannya juga untuk meresmikan toko grosir dan pusat perbelanjaan di wilayah Kediri dan sekitarnya.

Hadir dalam kegiatan itu, beberapa muspida Kabupaten Kediri, Ketua DPRD Kabupaten Kediri, serta tamu undangan lainnya. Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur, KH Muamal juga datang dalam kegiatan tersebut.[]dni/ant