BEM Nusantara dan SBY

HMINEWS- Kelompok BEM Nusantara mengalami disorientasi gerakan karena mengakomodir kepentingan pemerintah dalam pertemuan nasional yang diadakan di Universitas Cendrawasih, Papua, Senin kemarin (22/11).

“Peran sebagai agent of changes dan oposisi permanen telah digadaikan,” kata sosiolog politik UNJ, Ubedilah Badrun Selasa (23/11).

Hal itu, lanjut Ubed, juga menandakan telah memudarnya tradisi intelektual di kalangan mahasiswa.

“Kelompok BEM Nusantara nampaknya menempatkan diri seperti birokrat atau pegawai negara yang menjadikan dirinya bagian dari pemerintah,” katanya lagi.

Sebelumnya, SBY membuka pertemuan nasional BEM Nusantara di Universitas Cendrawasih, Papua. Bukan hanya itu, lagu SBY berjudul “Ku Yakin Sampai di Sana” menjadi mars pertemuan karena dinyanyikan kelompok paduan suara.[]rmol/ian