HMINEWS.COM

 Breaking News

Andi Arif Bela Ketua DPR dari “Kutukan” Masyarakat Mentawai. Gak Jadi Lengser Dunk Pa Zuki?

November 02
12:32 2010

Ketua DPR, Marzuki Alie

HMINEWS.COM- Setelah bertubi-tubi Ketua DPR-RI, Marzuki Alie mendapat kecaman dan desakan untuk mundur dari kursi Ketua DPR-RI dari sejumlah kalangan termasuk kalangan Demokrat sendiri seperti Ruhut Sitompul.

Kini Marzuki mendapat angin segar dukungan dari kalangan dekat istana, yakni dari staf Khusus Presiden Bidang Bantuan Sosial dan Bencana, Andi Arif, yang  menyayangkan politisasi terhadap pernyataan Ketua DPR, Marzuki Alie, soal risiko terjangan tsunami bagi penduduk wilayah pesisir Mentawai.
Menurut Andi, Tanggapan berbagai pihak terhadap pernyataan Marzuki dinilai cenderung menyudutkan Ketua DPR, seolah-olah ia kurang peka terhadap situasi psikologis para korban.

Melalui asisten staf khususnya Basroni Kiran, seperti dilansir Kompas.com (2/11) Andi menyatakan kpihatinannya terkait polemik yang semestinya segera disudahi, ketika kita justru harus bersatu lepas dari perbedaan dalam situasi bencana ini.

”Kami minta semua pihak kembali ke substansi persoalan. Substansi ucapan Pak Marzuki adalah bahwa ia memiliki keprihatinan terhadap potensi bahaya bagi penduduk Mentawai. Tidak perlu diributkan lebih jauh. Mari lupakan perbedaan politik di saat kita sedang menghadapi berbagai bencana ini,” ujar Basroni Kiran, asisten Staf Khusus Presiden Bidang Bantuan Sosial dan Bencana (SKP BSB), Andi Arief, dalam klarifikasinya kepada media.

Menurut Basroni, Marzuki Alie merupakan orang yang pertama kali memberikan informasi mengenai peristiwa tsunami di Mentawai kepada Kantor SKP BSB. Sehabis shalat subuh, 26 Oktober 2010, Marzuki menelepon SKP BSB untuk memberi tahu bahwa ia baru saja mendapatkan kabar perihal tsunami yang menerjang dua desa di Mentawai.

Andi yang kemudian melakukan pengecekan, mendapatkan konfirmasi bahwa tsunami memang telah terjadi pada tengah malam 25 Oktober.

”Hingga saat Pak Marzuki menelepon Pak Andi, belum ada laporan resmi dari struktur pemerintahan lokal, baik kabupaten maupun provinsi. Laporan dari daerah justru kami terima 12 jam setelah kejadian. Ada dugaan, sebagian pejabat tinggi kabupaten tidak berada di tempat pada saat hari kejadian. Karena itu, informasi dari Pak Marzuki sangat membantu kami menyiapkan langkah lebih lanjut,” kata Basroni.

Basroni menambahkan, publik juga perlu tahu bahwa Marzuki Alie dan Wakil Ketua DPR, Pramono Anung Wibowo, bersedia menerima kelompok ahli gempa dan tsunami, dan kesediaan itu telah diungkapkan jauh-jauh hari sebelum peristiwa tsunami Mentawai terjadi.

Ketua DPR juga telah menyatakan secara terbuka bahwa ia mendukung wacana penyusunan Undang-Undang Mitigasi Bencana, untuk menambal berbagai kekurangan dalam Undang-Undang Penanangan Bencana []Kcm/Ant/Rima/dni

About Author

Redaksi

Redaksi

Related Articles

0 Comments

No Comments Yet!

There are no comments at the moment, do you want to add one?

Write a comment

Write a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.