Pemerintah Pertimbangkan (Alm) Des Alwi Jadi Pahlawan Nasional

HMINEWS- Dinas Sosial (Dinsos) Maluku akan mengkaji sejarawan Des Alwi yang meninggal dunia di Jakarta pada 12 November 2010 diusulkan menjadi Pahlawan Nasional. Pelaksana tugas Kepala Dinas Sosial Maluku, George Latuheru di Ambon, Senin, mengatakan, ada sejumlah persyaratan perlu dipenuhi bila seseorang diusulkan menjadi Pahlawan Nasional sebelum diputuskan Presiden Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

“Jadi persyaratan itu harus dikaji seobjektif mungkin. Kami akan mengkaji desakan sejumlah komponen bangsa di Maluku agar Des Alwi diputuskan menjadi Pahlawan Nasional,” ujarnya.

George mengemukakan dari kajian yang dilakukan perlu juga mendapatkan persetujuan DPRD Maluku untuk diajukan kepada Presiden Yudhoyono melalui Kementerian Sosial.

“Saya tidak mau latah soal Des Alwi ditetapkan menjadi Pahlawan Nasional karena pengurusannya cukup rumit dan membutuhkan tenggat waktu relatif panjang,” katanya.

George mencontohkan perjuangan untuk Johanes Leimena ditetapkan Presiden Yudhoyono menjadi Pahlawan Nasional pada 10 November 2010.

“Itu keberhasilan Pemerintah- DPRD-OKP maupun masyarakat Maluku dan Kota Ambon yang bersatu memperjuangkan Om Jo menjadi Pahlawan Nasional,” ujarnya.

Sebelumnya Anggota DPRD Maluku daerah pemilihan Maluku Tengah, Lutfi Sanaky, menyatakan Des Alwi adalah seorang tokoh yang pantas diusulkan menjadi Pahlawan Nasional.

“Jika waktunya tiba, pemerintah hendaknya memberi gelar Pahlawan Nasional kepada almarhum atas jasa-jasanya sebagai tokoh sejarah dan budaya,” katanya.

Lutfi yang juga Ketua Fraksi Kebangsaan DPRD Maluku mengemukakan Des Alwi dikenal sebagai sosok yang hidup sejak jaman pra kemerdekaan sampai era memperjuangkan dan mengisi kemerdekaan Indonesia.

“Jadi wajar sekiranya pemerintah mengakuinya menjadi Pahlawan Nasional. Apalagi Presiden SBY mengakui ketokohannya dan berjanji ziarah ke makamnya di Banda, Kabupaten Maluku Tengah dijadwalkan pada 2011,” ujarnya.

Des Alwi Abubakar lahir di Banda Naira, 17 November 1927. Semasa hidup, Des Alwi dianugerahi penghargaan Bintang Pejuang 45, Bintang Pejuang 50, dan Bintang Mahaputra Pratama 2000.

Tokoh sejawaran asal Pulau Banda, Kabupaten Maluku Tengah ini meninggalkan empat orang anaknya masing-masing dr. Mira Alwi, Tania Alwi, Remon Alwi dan almarhum Karma Alwi ditambah lima orang cucu.[]ant/ian