Ahmadinejad Tuding Amerika Serikat Lakukan Propaganda yang Terorganisir

HMINEWS- Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad menyebut bocoran pesan teleks para diplomat Amerika yang mengatakan negara-negara Arab mendesak Washington agar menghancurkan fasilitas nuklir Iran sebagai propaganda.

Ahmadinejad mengatakan penerbitan bocoran dokumen rahasia di situs Wikileaks itu hanyalah perang psikologis melawan Iran.

Dalam konferensi pers di televisi dia mengatakan seharusnya orang-orang tidak membuang-buang waktu membaca informasi seperti itu. “Kami tidak menganggap informasi ini dibocorkan,” kata Presiden Ahmadinejad.

“Kami beranggapan penerbitan itu diorganisir agar diterbitkan secara rutin untuk mencapai tujuan politik.”

Terasing
Dia menambahkan bocoran itu tidak akan mempengaruhi hubungan Iran dengan negara-negara lain.

Di satu sisi penerbitan dokumen-dokumen di Wikileaks itu bisa berdampak sangat merusak terhadap Iran, kata wartawan BBC di Iran, James Reynolds.

Untuk pertama kalinya -hitam di atas putih- ada bukti bahwa negara-negara Arab secara aktif mendorong Amerika agar menyerang Iran, kata Reynolds, dan dari dokumen-dokumen itu Iran tampak terasingkan dan terancam, tambahnya.

Bila hal ini memang membuat khawatir pemerintah Iran, pemerintah tidak akan mengungkapkannya kepada umum. Sebaliknya, menurut James Reynolds, tanggapan Ahmadinejad itu tampaknya sesuai dengan pandangan Iran selama ini, bahwa segala tindakan Amerika sangat terorganisir dan bermaksud menimbulkan keretakan di antara negara-negara Muslim.

Amerika Serikat mengatakan pembocoran dokumen rahasia itu “sembrono” dan membahayakan jiwa banyak diplomat. Namun pendiri Wikileaks, Julian Assange, mengatakan pihak berwenang Amerika takut harus bertanggung jawab.[]Ins/jp/dni