HMINEWS, Jakarta– Pasca pengakuan Gayus Tambunan prihal keberadaannya saat nonton tenis di bali, Anggota Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) Novel Ali mengatakan prihatin dengan kasus bebasnya terdakwa Gayus H Tambunan keluar masuk Rutan Mako Brimob. Menurutnya simbol keperkasaan Polri tercemar oleh tindakan Gayus tersebut.

“Kami semua prihatin, ini sangat mencoreng institusi Polri. Tindakan oknum polisi yang dengan disuap oleh uang bisa mudah membebaskan terdakwa sesuka hati keluar masuk ke Rutan Mako Brimob,” ujar Novel Ali.

Selain itu dirinya mengatakan apa yang dilakukan oleh Gayus H Tambunan dan Karutan Mako Brimob Kompol Iwan Siswanto telah melecehkan simbol keperkasaan Polri.

Sebelumnya terdakwa Gayus H Tambunan diketahui pergi keluar Rutan Mako Brimob untuk menyaksikan pertandingan tenis di Nusa Dua, Bali. Selain pengakuan dari Gayus sendiri, Karutan Mako Brimob Kompol Iwan Siswanto juga mengaku telah menerima suap dari Gayus H Tambunan untuk bisa pergi dari sel tahanannnya. Diketahui Gayus H Tambunan sudah puluhan kali keluar masuk dengan bebas dari Rutan Mako Brimob.

“Apalagi hal ini terjadi di Mako Brimob. Bagi Polri, Mako Brimob adalah simbol keperkasaan Polri, simbol yang dibanggakan oleh para purnawirawan Polri, dan ini semua dirusak oleh Iwan Siswanto dan Gayus H Tambunan. Saya pikir semua anggota Polri pantas marah sekali dengan hal tersebut,” tegas anggota Kompolnas itu.

Bagimana bisa menyelesaikan masalah KKN di negeri ini jika di intern polri saja masih banyak kasus suap. Memprihatinkan. [OMG]