(IPO)- PT. Krakatau Steel Tbk, Mudharat atau Manfaat?

HMINEWS.COM- Sebenarnya proses penjualan saham perdana ini atau dikenal dg istilah IPO ini memiliki maksud & tujuan baik. Terutama dalam praktek perusahaan-perusahaan yang telah go public, praktek ini sudah lazim dan menjadi hal lumrah pagi perusahaan-perusahaan guna mendapatkan permodalan, membayar hutang dan belanja modal perusahaan (Capital Expenditure).

“IPO PT KS ini bertujuan meningkatkan tata kelola perusahaan melalui transparansi dan akuntabilitas sebagai perusahaan publik, membuka akses lebih luas untuk pendanaan eksternal perusahaan dari pasar modal, dan memperoleh dana untuk menutupi kebutuhan belanja modal atau capex pengembangan perusahaan,” ujarnya. (kompas.com)

Hanya pelepasan saham sebesar kurang lebih 20% ini rawan kepentingan asing! Apalagi saham 20% lumayan bisa mempengaruhi keputusan pemegang saham – khususnya di dalam menentukan kebijakan operasional perusahaan ke depan. Minimal bagi pihak pemegang saham mayoritas dia memiliki hal menentukan Direksi / Komisaris & kebijakan-kebijakan dalam tataran riil. Ini yang patut diwaspadai!

Karena jika top eksekutif perusahaan diambilalih asing, ke depan pasti ada kebijakan-kebijakan yang mengutamakan kepentigan pasar & mengabaikan kepentingan Negara. Istilahnya alon-alon waton klakon ke depan bisa-bisa PT. Krakatau Steel Tbk ini sahamnya dimiliki investor asing mayoritas. Sedang kuli-kuli/pekerjanya orang Indonesia. Apa tidak malu kita, seperti Indosat & Telkomsel pemegang saham mayoritas adalah BUMN Singapura, sedangkan orang kita sebagai pekerja????

Ada dugaan namun sulit dibuktikan, ada tuyul-tuyul berkeliaran ikut bermain juga dalam setiap proses privatisasi BUMN. Dan siapa lagi kalau bukan orang kita ini, yang memiliki kekuasaan, jabatan namun hanya mementingkan kepentingan perutnya dhewe, udhel-udhel’e dhewe! Hanya mengejar untung sesaat tanpa memikirkan kepentingan Negara.

DPR RI khususnya yang membidani Energy & Hukum tampaknya sudah melakukan investigasi & pengumpulan data-data terkait persoalan Privatisasi BUMN Negara yang memiliki asset besar ini. Ada indikasi ini ada permainan pihak-pihak tertentu guna meraup keuntungan atas murahnya penjualan harga penawaran saham perdana / initial public offering sebesar Rp. 850,- per/lembar.

Sebab investor-investor local/dalam negeri ternyata berani menawar harga saham per/lembar Rp. 1000,- 1150 –  namun hilang dipasaran ketika mau memesan ke perusahaan penjamin. Ada apa ini??

Anggota Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Bambang Soesatyo menduga ada dua pihak yang siap mengambil untung terkait penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham PT Krakatau Steel.

Pertama, pihak yang diduga akan ‘memainkan’ saham Krakatau Steel. Kedua, pihak yang akan melepas ribuan lot saham di pasar sekunder ketika harga Krakatau didongkrak di bursa efek.

“Siapa mereka, itu yang sedang kami telusuri,” kata Bambang di gedung DPR, Jakarta, Senin 1 November 2010. (vivanews.com).

Tjatur Sapto Edi sebagai Ketua Fraksi PAN DPR RI pun tidak kalah gertak! Bahkan F PAN akan membeber ke public terkait dugaan kongkalikong dari proses awal privatisasi hingga penentuan harga saham perdana yang sangat ‘receh’ ini untuk ukuran BUMN sebesar PT. Krakatau Steel Tbk sebagai salah satu BUMN basah.

Bisa dipastikan maksud & tujuan Privatisasi BUMN ini termasuk banyak mudharatnya. Baik dari segi ekonomis, kedaulatan ekonomi, serta kerugian-kerugian yang bisa dirasakan jangka panjang. Layaknya dulu penjualan BCA, Indosat, Telkomsel – sekarang kita sebagai bangsa pasti menangis, ini kenapa BUMN-BUMN ‘hot’ tetapi saham dikuasai asing! Apakah kita juga diam saja sekarang PT. Krakatau Steel Tbk akan mengalami nasib serupa?

Ayo..kerahkan suaramu, bantu KPK, BPKP, BPK untuk turun tangan membantu guna menginvestigasi adanya kerugian Negara dari proses privatisasi BUMN ‘basah’ ini.[]rony setywan