HMINEWS.COM – Pro dan kontra mengenai dampak facebook memang terus berkembang. Beberapa kalangan menganggap facebook menurunkan tingkat produktifitas masyarakat. Tapi bagi mahasiswa yang aktif diorganisasi, Facebook ternyata bukan saja sebagai ajang bersenang-senang, bercanda dan kumpul-kumpul lewat dunia maya. Bukan juga sekedar pengsisi waktu luang untuk menghilangkan stress. Tapi bagi para mahasiswa ini, facebook dijadikan media untuk membahas masalah-masalah sosial yang berkembang.

Tarulah contoh, mahasiswa yang tergabung dalam IPMI Sidrap, mereka menggunakan fitur grup yang memang tersedia di Facebook. “Kami membahas fenomena sosial politik yang berkembang di daerah kami. Target kami adalah bagaimana diskusi ini bisa menumbuhkan kesadaran dikalangan mahasiswa dan pemuda sidrap tentang daerah kami, urusan menemukan solusi yang cemerlang atau tidak, itu belakangan” ujar Rusman.

Senada dengan Rusman, Akbar zulhaq juga menuturkan, bahwa grup ini juga dipakai untuk memperbaiki citra IPMI SIDRAP yang banyak disoroti. “kami mengorganisir kawan-kawan dan menghimpun kekuatan lewat grup ini. Ini efektif, karena dalam diskusi dunia maya ini, kami tidak melakukan Agitasi. Kami hanya mendorong mereka untuk membicarakan nasib IPMI SIDRAP, dan munking ada solusi sebagai bahan rekomendasi untuk pengurus baru ke depan”.

Ibrahim massidenreng yang juga tergabung dalam grup tersebut, menyatakan bahwa facebook sangat membantu mereka dalam melakukan konsolidasi. “Kesepakatan ini adalah hal yang tidak mungkin kami capai seandainya tidak terfasilitasi oleh teknologi semacam ini. Kami punya aktivitas masing-masing, jadi kami sangat sibuk. Sangat kecil kemungkinan bagi kami bisa berkumpul dan membicarakan ini seandainya semua harus dilakukan secara manual”.

“Ini fitur baru dari facebook”. lanjut Ibrahim. “Kami bisa mengobrol dalam satu kotak chatting secara bersama-sama. Anda tinggal tinggal mensetting fasilitas chatting agar tetap dalam keadaan online, dan setiap ada yang menulis dkotak itu chatting tersebut, anda bisa melihatnya. Kadang juga kalau kita lagi malas, saya tidak ikut nimbrung – jadi penonton saja.

Menanggapi kontroversi yang berkembang dimasyarakat, Ibrahim juga mengatakan bahwa dampak negatif dari facebook memang tidak bisa dipungkiri adanya, tapi menurut dia itu bukan alasan untuk membredel facebook. “Kita ini negara yang sedang membangun demokrasi, jadi perlu ada media dengan sistem komunikasi dua-arah dimana masyarakat punya kesempatan untuk menyuarakan aspirasinya. Televisi saya kira tidak bisa melakukan itu, karena di sana masyarakat hanya menjadi penonton. Sementara DPR dan Tokoh-tokoh masyarakat yang kita harapkan bisa mewakili suara rakyat dimedia cetak dan televisi , belum tentu sepaham dengan suara rakyat yang sebenarnya”, tuturnya.[]Nsr