Jakarta, HMINEWS-  Saat Indonesia memasuki era orde Baru, penjajahan asing mulai dirasakan kembali.  Yakni ketika lahirnya UU No. 1 tahun 1969, tentang Penanaman Modal Asing di Indonesia. Sejak saat itu kemandirian kita sebagai bangsa mulai tergadaikan, perlahan namun pasti kita telah kembali terjajah secara ekonomi, dan puncaknya ketika Soeharto sebagai presiden RI menandatangani Nota dari IMF. Ini simbol kekuatan asing masih menjadi penguasa nasional. Demikian sebagaimana disampaikan oleh Budy Mulyawan, SH. dari Center for Local Government Reform (Celgor).

Selanjutnya Budy menyampaikan bahwa saat ini, ketika pemimpin berganti, masih saja ada penjajahan secara ekonomi, akhirnya jargon “Siapapun Presidennya, Neolib Penguasanya”  menjadi terbukti. Penjajahan tersebut berujung pada amandemen Undang-undang Dasar kita, yang pada waktu itu Susilo Bambang Yudhoyono sebagai menko Polkam.
Akhirnya ketika SBY muncul sebagai presiden RI, praktek-praktek untuk menjadi antek (komprador) asing masih dilanggengkan, sehingga bangsa kita kian terpuruk dalam penjajahan neo liberalisme.

Dengan kata lain, penguasaan asing terjadi dalam rentang yang panjang, dan dilakukan atas dasar suka sama suka. Kalau masa VOC dan Hindi Belanda, penguasaan dilakukan oleh dua entitas : Asing dan elit nasional. Elit dalam hal ini adalah para bangsawan. Penetrasi kekuasaan terjadi pula pada level tangible dan intangible. Tangible atau nyata, penjajahan terjadi di lini ekonomi, politik, militer beserta penguasaan sumber daya alamnya. Sedangkan intangible terjadi di level pemikiran atau cara berfikir.

Oleh karena itu Centre For Local Government Reform (Celgor) akan membahas hal tersebut di atas dalam sebuah diskusi memperingati Soempah Pemoeda yang ke-82 pada tanggal 29 Oktober mulai pukul 13.10 WIB di Jakarta Media Center (JMC) Kebonsirih, Jakarta.

Acara yang mengambil tema “Peringatan Soempah Pemoeda dan Enam Tahun Pemerintahan SBY” tersebut akan menghadirkan pembicara diantaranya Dr. Syamsul Hadi (Dosen HI.Fisip.UI), M Chozin Amirullah (Ketua Umum HMI-MPO), Eva Kusuma Sundari (anggota DPRRI komis XI), dan lain-lain. Anda berminat hadir? [] lk