Jakarta, HMINEWS- Membandingkan SBY dengan Presiden Chili Sebastian Pinera memang jauh. Terhadap penilaian masyarakat yang membandingkan dirinya yang dinilai lamban dalam merespons banjir Wasior, Papua Barat, SBY tidak ambil pusing. Dilain pihak, Presiden Chili Sebastian Pinera dengan sigap yang menyelamatkan 33 penambang yang terperangkap selama 69 hari. 

Lihat pernyataan Staf Khusus Presiden Bidang Komunikasi Politik, Daniel Sparringa berikut ini “Presiden tidak terganggu. Apalagi mensiap-siapkan diri untuk dibanding dengan peristiwa di Chili, tidak ada niatan itu.”

Pernyataan Daniel tersebut disampaikan setelah menghadiri diskusi Polemik Trijaya bertajuk “Setahun SBY-Boediono” di Warung Daun, Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (16/10/2010). Menurut Daniel, dimensi kemanusiaan yang terjadi di Chili lebih menonjol dibandingkan Wasior. “Tanpa diniatkan begitu, orang pasti akan membuat perbandingan. Saya kira pada saat yang sama ketika orang membuat perbandingan wisdom yang sebaiknya dipakai adalah memperhatikan konteks adalah jelas semua orang di dunia mengetahui bahwa apa yang terjadi di Chili memang peristiwa kemanusiaan yang membangkitkan bulu kuduk kita, ada rasa haru, ada rasa iba tetapi ada juga rasa bahagia pada akhirnya,” papar Daniel.

Masyarakat menilai Presiden SBY sangat lamban dalam menangani bencana Wasior, Papua Barat. Penilaian kelambanan SBY ini salah satunya didasarkan fakta bahwa Presiden SBY baru mengunjungi korban Wasior setelah 9 hari bencana itu terjadi. Kunjungan itupun dilakukan setelah beberapa tokoh masyarakat seperti ketua PMI Jusuf Kalla dan ketua umum PB HMI M Chozin Amirullah berteriak di media-media. [] lara