Jakarta, HMINEWS- Mantan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Hasyim Muzadi membuat pernyataan yang bertentangan dengan mayoritas warga NU. Hasyim menilai mantan Presiden Soeharto pantas memperoleh gelar pahlawan nasional dari negara.

“Soeharto pantas jadi pahlawan,” kata Hasyim, yang kini aktif sebagai Sekretaris Jenderal Konferensi Internasional Cendekiawan Islam (International Conference of Islamic Scholars – ICIS), di Jakarta, Senin (18/10).

Hasyim mengemukakan hal itu terkait masuknya nama Soeharto bersama sembilan tokoh lainnya sebagai calon penerima gelar pahlawan yang diajukan pemerintah berdasar masukan dari masyarakat yang mengundang pro-kontra. “Soeharto pantas jadi pahlawan bukan karena tanpa kekeliruan, namun setiap zaman ada orangnya dan setiap orang ada zamannya,” katanya.

Menanggapi pernyataan mantan ketua umum PB NU tersebut, kader NU yang kini juga sebagai ketua bidang politik PB HMI M Ridwan mengkritik pernyataan Hasyim Muzadi.

Ridwan mengatakan, “Sebagai mantan pimpinan PB NU seharusnya tidak membuat pernyataan demikian, karena akan melukai perasaan warga Nahdliyyin yang selama 32 tahun menjadi korban kebijakan Suharto. Warga NU banyak dirugikan oleh rezim Suharto, ingat kasus kerusuhan di daerah Tapal Kuda yang mengorbankan para ustadz dan kyai, juga lemahnya akses ekonomi warga NU, dan lain-lain adalah akibat kebijakan Suharto”.

Selain Suharto, beberapa nama yang masuk dalam daftar calon penerima gelar pahlawan adalah Gus Dur dan Ali Sadikin serta sekitar tujuh nama lainnya. [] lk