Rudi Sukandar
Rudi Sukandar

Jakarta, HMINEWS.COM-  Jangan lupa, kehadiran wanita dalam penyelesaian sebuah konflik sangat diperlukan. Hal inilah yang jarang terpikirkan oleh pihak-pihak yang bertikai dan pemerintah. Wanita justru memiliki peran yang sangat penting dalam penyelesaian sebuah konflik. Demikian salah satu pemikiran dari Rudi Sukandar, PhD. seorang pakar komunikasi dan resolusi konflik  dari MAARIF Institute di Jakarta (4/10/2010).

Menurut Rudi, bukti betapa signifikannya peran perempuan dalam penyelesaian sebuah konflik adalah ketika terjadi konflik di Sampit dan Maluku. Tanpa banyak diekspos media, sebenarnya perempuan berperan sangat vital dalam proses perundingan antar kelompok-kelompok yang berseteru. waktu itu perempuan diutus untuk memulai komunikasi kedua belah pihak agar bersedia berunding.

Kenapa perempuan yang diutus untuk membangun komunikasi  menuju perundingan? Menurut  alumni Ohio University, AS, tersebut, jawabannya adalah karena perempuan cenderung dianggap bukan ancaman sehingga bisa diterima oleh pihak manapun. Disamping itu perempuan juga membawa aura kesejukan dan perdamaian bila dibandingkan dengan laki-laki. Dalam posisi inilah perempuan bisa memainkan peran yang sangat signifikan.


Barangkali teori yang disampaikan oleh Rudi Sukandar ini  bisa diterapkan untuk menyelesaikan konflik-konflik yang belakangan ini kembali marak terjadi. Pihak pemerintah, aparat keamanan, maupun tokoh masyarakat bisa mengambil inisiatif untuk memberikan peluang kepada perempuan dalam proses penyelesaian konflik.

Bukankah memang konflik pada hakikatnya adalah imbas dari budaya dominan maskulin yang cenderung mengedepankan persaingan dari pada kerjasama? [] lara