Jakarta, HMINEWS- Mengiringi perkembangan lembaga keuangan syariah di Indonesia, para pelaku Baitulmaal Waa Tamwil (BMT) terus berbenah diri dalam memperbaiki manajemen bisnis dan pengelolaan sumber daya manusia (SDM).

Perhimpunan BMT Se-Indonesia (BMT Centre) usai menggelar acara BMT Summmit yang diisi dengan Workshop Top Management BMT (22-25 Oktober 2010) di Hotel Bidakara Jakarta. Beberapa tokoh papan atas hadir mengisi acara tersebut, seperti Menteri Koperasi dan UKM, Syariffudin Hasan, Anis Baswedan (Rektor Universitas Paramadina- Jakarta), dan Anggito Abimanyu (Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Gajah Mada Yogyakarta).

Saad Suharto

Chief Executive Officer Permodalan BMT, Saad Suharto, yang juga sebagai penyelenggara acara tersebut mengatakan, perkembangan BMT saat ini sudah maju di berbagai daerah sudah berdiri berbagai nama BMT. Tapi yang menjadi permasalahannya ini bagaimana mereka melakukan pemetaan bisnis terkait kebijakan pemerintah dalam bidang ekonomi, politik dan budaya.

Selain itu, kata Saad Suharto, manajemen leadership dalam mengoperasikan BMT itu sangat penting, apalagi misi dari BMT salah satunya adalah mengentaskan kemiskinan dan memajukan kesejahteraan para anggota. Maka dari itu sebuah manajemen leadership dalam BMT sangat dibutuhkan dengan demikian ada korelasi terhadap kemajuan BMT. [] lk