Mbah Marijan kini sudah meninggal. Bersama belasan para pengikutnya beliau terbakar oleh panasnya “wedhus gembel” kiriman dari Merapi. Mbah Marijan meninggal sebagai ksatria yang rela berkorban mempertahankan keyakinannya.

Meski sudah meninggal, legenda Mbah Marijan tetap dikenang oleh banyak orang. Tak pelak lagi hampir seluruh stasiun televisi ternama menayangkan liputan-liputan khususnya terkait dengan meninggalnya Mbah Marijan.

Tak ketinggalan, di dunia mayapun, penghormatan terhadap Mbah Marijan diwujudkan dalam berbagai ekspresi. Salah satu bentuk ekspresi penghormatan kepada Mbah dilakukan oleh seseorang dengan mengunggah klip video lagu mengenai Mbah Marijan.

“Mbah Marijan, roso..roso..Mbah Marijan pencen roso” (Mbak Marijan kuat, mbah marijan memang kuat). Demikan kira-kira bait penutup pada lagu yang diciptakan oleh Cak Diqin tersbeut. Lagu berdurasi hampir empat menit yang dinyanyikan oleh Cak Diqin, Wiwid, Sujie, Eva, dan Vika tersebut bercerita mengenai kehebatan Mbah Marijan sebagai sosok bersahaja namun punya kharisma.

Tertarik untuk melihat, klink link berikut ini: http://www.youtube.com/watch?v=H0wZsse4MkA