Ketua DPP Partai Golkar, Priyo Budi Santoso

HMINEWS.COM- Untuk kesekiankalinya Partai Golkar mencium  aroma kuat akan ada evaluasi Pemerintahan SBY yang berujung pada reshuffle kabinet. Semua parpol koalisi yang tergabung dalam sekretariat gabungan siap untuk menerima keputusan  pahit tersebut.

Sambil tersenyum manis kepada wartawan di Gedung DPR Senayan, Jakarta, Selasa (12/10/2010) Wakil Ketua DPR yang juga petinggi Partai Golkar, Priyo Budi Santoso mengatakan monggo kalau memang ada reshuffle kabinet.

Priyo menilai  wacana reshuffle kabinet muncul seiring adanya evaluasi secara besar-besaran yang dilakukan  UKP4 terhadap kinerja Kabinet di pemerintahan SBY. Setiap menteri yang kerjanya tidak maksimal, bisa saja didepak dari Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) II agar  presiden kedepannya bisa merasa lebih nyaman lagi” ujar alumni HMI ini

Priyo juga meminta kepada  semua partai koalisi tidak panik menghadapi reshuffle kabinet. Sebab, mengganti menteri adalah hak prerogatif Presiden. “Mestinya, kata Priyo,  tidak perlu kita khawatirkan kalau reshuffle itu dilakukan oleh Presiden.

UKP4 dalam laporannya  beberapa waktu lalu telah menyebutkan sejumlah Kementerian yang gagal bertugas. Seperti Menkominfo, Menkum Ham, Menlu, dan Menhub, tercatat dalam daftar penerima rapor merah. tetapi semua laporan tersebut kembali kepada Presiden. Beranikah Presiden melakukan Reshuffle Kabinet?

SBY Dituntut Mundur

Sebelumnya, unjuk rasa mengkritisi enam tahun kinerja Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di depan Istana Negara, Minggu (10/10), diselimuti ketegangan antara pengunjuk rasa dan polisi. Demonstran dari Aliansi Rakyat Menggugat tak terima dilarang polisi berunjuk rasa depan pintu Istana Negara. Mereka mendesak SBY turun.

Seorang di antara pengunjuk rasa yang menolak adalah Eko Purwanto. Ia tak henti-henti memprotes polisi atas sikap mereka. Beruntung ketegangan mereda ketika polisi memberikan waktu selama beberapa menit untuk mereka berorasi. Tapi menjauh dari pintu gerbang Istana Negara.

Dalam orasinya, demonstran menilai kinerja Presiden Yudhoyono tak menunjukkan banyak perubahan, baik dari segi pendidikan, kemiskinan, dan sikap SBY yang terkesan lemah terhadap konflik dengan bangsa luar. Mereka mendesak Presiden Yudhoyono turun. Pengunjuk rasa mengancam menggelar aksi yang lebih besar lagi jika tuntutan tak dipenuhi. []dtk/dni