Ahmadinejad: Amerika Siap Menggilas Iran Namun Terbalik!

HMINEWS.COM- Presiden Republik Islam Iran, Mahmoud Ahmadinejad menyatakan, bahwa “Dalam kunjungan terbaru ke New York, para politisi Amerika telah menyusun rencana untuk menyingkirkan Iran dan mencoreng nama bangsa ini di mata masyarakat dunia. Namun yang terjadi sebaliknya, hal  tersebut justru berubah menjadi peluang besar bagi Iran.”

IRNA melaporkan, dalam pidatonya di depan para anggota keluarga syuhada dan para pahlawan Propinsi Golestan kemarin (6/10), Ahmadinejad menambahkan, “Pemerintah Amerika Serikat dan para politisinya benar-benar mengendalikan masyarakatnya dan mengontrol seluruh tindakan rakyatnya. Kemudian saya mewakili bangsa Iran untuk pergi ke dalam komunitas seperti itu. Mereka (Amerika) telah menyusun rencana untuk menggilas dan memarginalkan Iran.”

Ditambahkannya, “Namun kita saksikan, ada “tangan” lain yang mematahkan seluruh rencana musuh dan membalikkan hasilnya.”

Presiden Iran ini mengatakan, “Wawancara dengan berbagai jaringan pemberitaan Amerika bagi mereka berarti debat pemerintah Amerika dengan pemerintah Iran dan sebuah pertempuran penghabisan karena mereka mengerahkan seluruh kemampuannya ke pentas.”

Menyinggung bahwa di Amerika Serikat telah diproduksi lebih dari 60 film yang bermuatan anti-Imam Mahdi as, Ahmadinejad menegaskan, mereka bersikap seolah ketika Imam Mahdi as muncul, dunia akan kacau balau. “Namun dalam wawancara dengan salah satu jaringan pemberitaan paling bengis Amerika, terbuka peluang untuk memanfaatkan tribun mereka untuk menjelaskan masalah Imam Mahdi as.”

Ahmadinejad dalam bagian lain pidatonya menjelaskan bahwa seluruh hakikat alam semesta ini tetap terjaga berkat pengorbanan dan menurutnya pengorbanan adalah anugerah terbesar dari Allah Swt kepada manusia.

Jika kita ingin merealisasikan tujuan-tujuan mulia historis, keadilan, dan kesucian, maka kita memerlukan pengorbanan. “Jika seluruh bangsa dan pemerintah dunia saling bersikap bersandarkan pada budaya pengorbanan, maka di dunia ini tidak akan ada lagi peperangan, instabilitas, dan dendam.”[]irib/woi