Ilustrasi

Jakarta, HMINEWS- Menteri Hukum dan HAM Patrialis Akbar, baru-baru ini, memenuhi panggilan Dewan Pers terkait larangan penayangan program investigasi Sigi SCTV berjudul “Bisnis Seks di Balik Jeruji Penjara”. Patrialis menegaskan, dirinya tak pernah melarang Sigi disiarkan dan mempersilakan kepada SCTV untuk menyiarkannya.

Setelah menggelar pertemuan tertutup selama 45 menit, Patralis Akbar akhirnya menyerahkan sepenuhnya masalah penayangan progam Sigi kepada SCTV. Dia juga membantah dirinya telah mengintervensi SCTV. “Saya sudah klarifikasi, sepenuhnya menyerahkan kepada SCTV. Tak ada hak kita untuk melarang,” ujar Patrialis.

Tayangan Sigi gagal ditayangkan pada Rabu 13 Oktober silam karena adanya intervensi perwakilan Kementerian Hukum dan HAM. Mereka meminta liputan itu tidak ditayangkan. Pelarangan tersebut kontan menyulut protes karena dituding mengekang kebebasan pers.
Rencananya tayangan Sigi dari SCTV “Bisnis Seks di Balik Jeruji Penjara” yang akan mengupas fenomena bisnis seks di lembaga pemasyarakatan tersebut akan ditayangakan pada hari Rabu tgl. 27 Oktober 2010. Mundur dari jadwal semula yang seharusnya tanggal 13 Oktober 2010, karena sempat dilarang oleh Menkumham.
Content dalam tayangan tersebut diantaranya menceritakan bagaimana menjadi sipir ternyata enak juga, banyak pemasukan diluar gaji. Selain bisa memasok narkoba untuk para napi, ternyata bisa juga menjadi pemasok WTS, dan menyewakan ruangan “khusus” yang sudah diset sedemikian rupa, konon tarifnya bisa mencapai Rp.1 juta/ 30 menit. Itu hanya ruangannya saja loh, belum yang lainnya. [] lip6/lk