Dok.Detik

Jakarta, HMINEWS.Com – Ditengah riuh pikuknya aksi demontrasi yang dilakukan oleh para aktivis dihari satu tahun pemerintahan SBY-Boediono, para aktivis Kontras serta keluarga korban Trisakti dan Semanggi, menggelar pasar rakyat yang diberi nama pasar lupa.

Layaknya pasar, dipasar lupa ini juga digelar berbagai macam dagangan. Mereka menjual berbagai macam barang, sebut saja soto peluru semanggi, sate mall klender, Ayam bakar mei, nasi uduk talang sari dan lain-lain.

Menurut Yati Andriani, salah satu badan pekerja kontras, pasar lupa dilakukan sebagai gambaran pemerintahan yang pelupa. “pasar lupa merupakan cermin pada pemerintah SBY yang lupa, lupa akan agenda prioritas yang akan diselesaikan”, demikian komentarnya.

Yati berharap, pemerintah tidak pura-pura lupa akan masalah rakyat. “mungkin SBY ragu dan takut, karena sebenarnya sudah tahu apa yang dituntut dan dialami oleh rakyat. Pemerintah SBY telah gagal selama satu tahun ini, terutama dalam penegakan hukum dan HAM”. Ujarnya. (adi)