Wakil Ketua DPR Korbid Kesejahteraan Rakyat, Taufik Kurniawan

HMINEWS.COM- Dengan alasan sudah terikat protokoler dan birokrasi, Komisi VIII DPR ngotot studi banding ke luar negeri paman sam, Amerika Serikat. Mereka seolah tidak mau tahu dengan apa yang terjadi di Wasior. Komisi VIII DPR yang notabenenya membidangi masalah bencana alam, sepeti banjir di Wasior, Papua Barat tidak peka terhadap penderitaan masyarakat Wasior.

Komisi VIII DPR tetap pada keputusannya untuk studi banding ke Amerika Serikat (AS),  Rombongan wakil rakyat tersebut akan berangkat 9 Oktober besok. Komisi VIII DPR masa bodoh dengan bencana banjir bandang yang telah menewaskan sekitar 100 lebih masyarakat di Wasior.

“Tanpa mengesampingkan aspek bencana alam, secara prinsip (studi banding) sudah sesuai dengan tata tertib dan mekanisme,” kata Wakil Ketua DPR Korbid Kesejahteraan Rakyat, Taufik Kurniawan saat dihubungi detikcom, Jumat (8/10/2010).

Taufik melanjutkan, rencana studi banding ke AS itu juga sudah terikat dengan agenda dan protokoler kunjungan. Rencananya, anggota Dewan akan mengunjungi Parlemen dan Kementerian Sosial di negeri yang dipimpin Barack Obama tersebut. “Sudah terikat protokoler dan birokrasi,” kata Sekjen Partai Amanat Nasional ini.

Dia menambahkan, soal bencana banjir bandang di Wasior, Komisi VIII juga telah berkoordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Dari informasi terakhir yang didapat, anggota Dewan belum bisa mengunjungi kota di Papua Barat itu karena masih terisolir. “Kalau sekarang berangkat belum memungkinkan, masih terisolir, sulit terjangkau,” kata Taufik.[]dtk/dni