Ridwan Saidi, Mantan Ketua PB HMI

HMINEWS.COM- Sejak tahun 2004 hingga sekarang,  negeri ini selalu mengalami bencana yag bertubi-tubi. Setidaknya tercatat ada sekitar 300 bencana alam yang melanda negeri ini. Dimana bencana ini terjadi dibawah kepemimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Menurut Budayawan Betawi, Ridwan Saidi, bencana alam yang sambung menyambung terjadi di Indonesia, tak lepas dari masa kepemimpinan presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

“Tercatat ada 300 bencana terjadi, sejak SBY dilantik menjadi Presiden pada 2004 silam,” ujar Ridwan Saidi dalam diskusi bukunya berjudul “Bencana Bersama SBY”, di Doekoen Cafe Jalan Raya Pasar Minggu, Mampang, Jakarta Selatan, Minggu ( 31/10/2010 ).

Menurut Ridwan, bencana yang terjadi tak berselang lama setelah SBY dilantik adalah kecelakaan beruntun yang terjadi pada 17 November 2004 saat konvoi presiden. “Sebelumnya SBY bilang akan tidur di Istana, eh hanya beberapa hari saja di Istana, saat kembali ke Cikeas malah menyebabkan bencana. 6 orang tewas, 10 orang luka-luka karena konvoi presiden,” ujarnya.

Tahun 2005, tercatat gempa tsunami di Aceh dan sekitarnya, hampir setengah juta korban tewas, begitu juga korban luka dan kerugian materiil lainnya. Menurut Ridwan, tak berhenti disini, rentetan bencana kembali menguji sampai bencana di Wasior, Gempa dan tsunami di Kepulauan Mentawai, dan meletusnya gunung Merapi.

Ridwan juga mempertanyakan mengapa banyak bencana yang terjadi dalam era kepemimpinan SBY. “Godaan politis untuk mengilmiahkan bencana tersebut pada akhirnya sering jatuh kepada enggannya pemerintah memberikan fokus yang besar,” kata Ridwan.

Dalam perspektif rasional saat ini, gambaran banyaknya kejadian buruk atau malapetaka bisa dikarenakan minimnya kapasitas dari orang yang diberikan tanggung jawab untuk mengatur. “Tak memiliki ide, minim kemampuan, atau memang rendahnya kredibilitas. Keterpaduan hal tersebut hanya akan membawa bangsa ini rawan dari berbagai macam bencana,” katanya.

Dengan kelihaian bersilat lidah, menurut Ridwan, bencana berakhir pada sebuah pembenaran. “Padahal bisa jadi rangkaian bencana diselimuti faktor-faktor lain yang tidak bisa dijelaskan secara kalkulatif matematis,” katanya.

Kata Ridwan, menurut istilah barat penjelasan non kalkulatif ini dinamakan jinx, yakni sebuah istilah yang menganggap orang atau sesuatu yang selalu membawa alamat buruk atau sial. Mungkin terpilihnya SBY sebagai presiden yang dipilih pertama oleh rakyat menggaet hati rakyat. Namun, faktanya banyak bencana yang mengiringi masa kepemimpinannya menimbulkan isyarat bahwa mungkin alam Indonesia tak bisa bersahabat dengan SBY.[]kompas/dni