Jakarta, HMINEWS.COm – Satu tahun pemerintahan SBY-Boediono, telah gagal dalam menjalankan amanat rakyat dalam mengelola roda pemerintahan. Kegagalan itu hapir terjadi disemua sektor, dimulai dari gagal memberantas korupsi, gagal menegakkan hukum dan HAM, gagal menurunkan harga, serta gagal menciptakan peluag kerja bagi tenaga kerja Indonesia.

Demikian penilaian beberapa elemen organisasi dalam menyikapi satu tahun pemerintahan SBY-Boediono, yang disampaikan saat melakukan aksi demontrasi di depan Istana Negara, Rabu (20/10). Hampir semua sektor kehidupan bernegara gagal dibangun oleh pemerintahan SBY-Boediono. Salah satu elemen massa yang turut dalam aksi satu tahun pemerintahan SBY-Boediono, Persatuan Oposisi Nasional, yang merupakan gabungan dari beberapa organisasi, dalam rilisnya menyebutkan, pemerintahan SBY-Boediono, lebih mementingkan kepentingan asing dari pada kepentingan rakyat Indonesia. Selain itu, SBY-Boediono dinilai gagal dalam memberantas korupsi dan gagal dalam menekan harga pangan.

Chozin Amirullah, dalam keterangannya, mengatakan bahwa satu tahun perjalanan pemerintahan SBY-Boediono, telah mengalami kegagalan. “untuk itu, kita hari melakukan aksi ini untuk mengingatkan kembali pemerintah SBY-Boediono”. ujarnya ketua umum HMI-MPO ini. Hal yang sama juga disampaikan oleh Dani Setiawan, Koordinator KAU (Koalisi Anti Utang). Menurutnya, tidak ada indikator yang menjadi barometer keberhasilan SBY-Boediono, justru yang terjadi sebaliknya. “satu tahun pemerintahan SBY-Boediono, hutang Indonesia sudah mencapai 500 triliun rupiah. Sementara sektor pembangunan lain belum berjalan. Dari mana kita bisa menilai SBY-Boediono berhasil dalam satu tahun ini”, demikian komentarnya.

Tergabung dalam aliansi ini beberapa organisasi, antara lain, IMM, PMKRI, GMNI, KB-PMII, HMI-MPO, REPDEM, FAM UI, Petisi 28 dan beberapa organisasi lainnya. Dalam akhir pernyataannya, mereka akan menggalang tanda tangan mosi tidak percaya terhadap rezim SBY-Boediono.[adi]